Inovasi Budaya dalam Industri Kreatif dapat Meningkatkan Ekonomi Negara

Industri kreatif merupakan sektor yang sangat potensial untuk dikembangkan dalam meningkatkan potensi bangsa kususnya dalam bidang ekonomian dan budaya. Berdasarkan dari data yang dikutip dari kompas.com nilai ekspor produk industri kerajinan dan indusrti kreatif menyumbang Rp 852 triliun bagi devisa Negara hingga April 2017. Angka ini terus diproyeksikan meningkat . apalagi pertumbuhan idustri kreatif di Indonesia sangat massif di berbagai sektor, mulai dari film, musik dan masih banyak lainnya.

Berkaca dari Korea Wave, industri kreatif mempunyai potensi yang sangat besar dalam branding sebuah Negara. Negara korea Selatan dikenal dengan cerita cinta yang romantis,keren dan kekinian berkat meledaknya k-pop yamg tersebar diseluruh dunia. Alhasil bamyak sekali orang yang ingin merasakan budaya dari negri gingseng ini dengan mengunjungi pariwisata yang ada di negri gingseng tersebut. Berdasarkan keterangan resmi Korea Tourism Organization ( KTO) Indonesia menyumbang 295.000 wisatawan dengan berbagai segmen pasar, mulai dari penggemar drama sampai wisata muslim.

Korea selatan telah terbukti mampu memasarkan budaya secara global hal tersebut dapat terlihat dari K-pop yang diterjemahkan, boyband, girlband,lagu, drama, dan lainnya.lah ini merupakan teguran keras bagi Indonesia yang masih mengandalkan ekspor sektor pertambangan untuk meningkatkan pereonomian bangsa. Dalam keragaman suku dan budaya yang ada di Indonesia, tentu seyogyanya Indonesia mampu “menjual” Produk Budaya melalui Industri Kreatif ke pasar Global.

Meskipun industri kreatif terbilang sangat potensial dalam mengembangkan perekonomian Negara, namun dukungan pemerintah dan stakeholder dalam sektor ini masih sangat rendah. Minimnya inkubator industri kreatif untuk membantu anak bangsa yang memiliki gagasan dan ide inovtif untuk dapat dikembangkan dalam industri kreatif agar dapat berkembang secara parsial. Karena kurangnya permodalan dan dukungan dari pemerintah, tak jarang anak muda kreatif memilih mengembangkan inovasinya di luar negeri dengan apresiasi dan fasilitas yang diberikan. Hal ini sangat disayangkan apabila potensi insani di Indonesia ini tidak di berdayakan oleh pemerintah.

Tak hanya itu, hal lain yang harus di perhatikan iyalah dalam menjaga dan mendokumentasikan produk budaya yang kita miliki ke UNESCO, sering kali kita lalai dalam hal tersebut. Sebagai contoh karna kelalaiyan kita lagu rasa sayange yang diklaim Malaysia sebagai bagian dari lagu daerah yang mereka miliki. Sebab itulah kita harus berbenah dalam kurangnya tata kelolah produk budaya yang seharusnya di jaga seta dilestarikan dalam bentuk arsip agar tidak terjadi klaim dimasa mendatang. Selain dari dua hal tersebut masih banyak permasalahan yang kurang mendukungnya pengembangan industry kreatif ini entah dari rendahnya apresiasi anak bangsa Indonesia akan produk budaya lokal, atau hal lainnya.

Adapun saran dari penulis untuk mengatasi masalah yang ada di Indonesia terkait inovasi budaya dalam industri kreatif yakni keikut sertaan campurtangan pemerintah dalam mendukung serta memberikan permodalan dalam pengembangan industri kreatif ini serta menambah inkubator industri kreatif , dan mengasosiasikan antara budaya Indonesia dan teknologi, seperti dalam aplikasi game, lagu – lagu daerah atau lagu nasional dengan Versi modern atau aplikasi lainnya. Selain dari teknologi industri kreatif juga dapat di terapkan pada produk – produk yang akan di ekspor ke luar negeri, atau dalam produk industri kreatif lainya seperti film, iklan, musik, animasi, desain, dan lainsebagainya.[Fenti Fera]

Comments

comments