Ada apa dengan cantik?

Ilustrai. (Istimewa)

Apa itu cantik? Sebuah kata yang sederhana tapi bermakna , dan sulit dijalankan. Banyak jenis penilaian yang terucap oleh sumber suara yang kita miliki tapi apakah kita tahu seberapa besar kecantikan yang kita punya dilihat dari segi apa?

Kecantikan sering diartikan dengan sebuah kelebihan seseorang yang dilihat dari sebuah paras, bukan pula dari pakaian yang dikenakan bahkan sebuah penampilan sedangkan hakikat kecantikan sesungguhnya adalah sesuatu yang bukan dilihat hanya dari segi paras ataupun penampilan melainkan dipandang dari sebuah adab, perilaku, dan adab yang dimiliknya.

Secara bahasa kecantikan adalah sesuatu yang dipandang dari segi hatinya bukan penampilannya. adab sendiri secara bahasa adalah kesopanan, kebaikan, budi pekerti, akhlah bahkan kecantikan hati.

Seberapa mahal , bagusnya pakaian yang terlekat pada tubuh kita tak bernilai sedikit pun jika tidak ada sebuah akhlak, bahkan adab yang tertanam pada didirinya. Sama halnya dengan kecantikan wajah hanyalah sementara yang tak mungkin abadi. Seiring berjalannya waktu tentu sebuah kecantikan wajah seseorang akan hilang dimakan oleh jumlah umur yang semakin bertambah oleh waktu.

Seperti yang dikatakan oleh Audrey Hepburn “ Kecantikan bukanlah dari wajahnya tapi sesungguhnya kecantikan seseorang tercermin dari jiwanya kepedulian untuk memberikan semangat yang selalu ia tunjukan . bahwa kecantikan dari tuhan ke tuhan”. Sama halnya yang dikatakan oleh Buya Hamka “ kecantikan yang abadi terletak pada keelokan adab dan ketinggian ilmu seseorang bukan terletak pada wajah dan pakaiannya.”

Kecantikan sendiri di artikan sebagai keindahan atau sifat yang disukai oleh orang lain atau membuat orang lain mengaguminya. Islam adalah agama yang menyukai kecantikan dan keindahan tapi pandangan islam mengenai kecantikan sedikit berbeda dengan makna kecantikan yang diartikan oleh manusia apalagi wanita.

Kecantikan manusia dilihat dari kesopanan dan kesantunannya terhadap orang lain pula. Kebaikan akhlak dan hati itulah yang akan mempercantik diri kita buka dengan paras bahkan penampilan seperti hadist berikut:

”sesungguhnya Allah tidak melihat kepada bentuk rupa dan harta kalian , tapi ia melihat hati dan amal kalian” (HR Muslim)

Jadi dengan artikel diatas dapat disimpulkan bahwa kecantikan manusia dilihat dari sebuah adab dan akhlak bukan hanya sekedar paras bahkan penampilannya. [Atikah Luthfi Sulistyaningrum]

Comments

comments