Tiga Kesalahan Orang Kerja soal Dana Pensiun

Kenapa orang kerja bisa salah?

Adalah fakta, 70 persen orang yang tadinya kerja mengalami masalah keuangan di masa pensiun. Saat bekerja, semua gaji dipakai untuk memenuhi kebutuhannya bahkan gaya hidup.

Tapi begitu pensiun tiba, tabungan tidak cukup. Uang pesangon dan penghargaan masa kerja pun tidak memadai. Alhasil, sebagian besar pensiunan di Indonesia tidak punya cukup dana untuk membiayai dirinya selama hidup di masa pensiun.

Ahh masa sih, sampai segitunya? Bisa jadi, karena orang yang bekerja atau pekerja memang belum memikirkan kesiapan dana di masa pensiun.

Kata mereka, dana pensiun “gimana nanti” saja. Harusnya “nanti gimana”. Kondisi masa pensiun bakal makin “menakutkan”. Karena salah satu studi menyatakan, tabungan rata-rata orang Indonesia hanya mencukupi kebutuhan hidup selama 11 minggu saja. Itu berarti, bila seorang pekerja berhenti kerja hari ini. Maka uang di tabungannya hanya bisa mencukupi hidupnya tidak sampai 3 bulan ke depan. Sungguh mengenaskan…

Buat Anda yang belum kenal manfaatnya, sangat wajar menyiapkan dana pensiun tergolong tidak penting. Dalihnya sederhana, nikmati saja selagi masih bekerja. Gaji atau penghasilan itu untuk memenuhi kebutuhan hari ini. Jadi, tidak usah pikirkan masa pensiun. Soal pensiun, gimana nanti saja …

Banyak orang kerja lupa. Usia harapan hidup orang Indonesia saat ini telah mencapai 74 tahun. Artinya bila pensiun di usia 55 tahun, maka masih ada kehidupan selama 19 tahun bagi pensiunan.

Lalu dari mana dana selama menjalani masa pensiun? Santai saja, jika tabungan tidak cukup kan bisa minta atau bergantung kepada anak. Simpel sekali, jadi gak usah repot-repot mikirin dana pensiun. Semoga harapan sesuai dengan kenyataan…

Kerja YES, Pensiun OKE.

Begitu seharusnya prinsip orang kerja. Saat bekerja mapan, tapi saat pensiun harus nyaman alias sejahtera. Tapi sayangnya, gak banyak orang kerja yang sudah menyiapkan dana pensiunnya. Entah sebab apa?

Banyak orang kerja berdoa, ingin hidup dan umurnya panjang. Hingga hari tua, hingga bisa menggendong cucu atau cicit. Tapi sayangnya, sebagian besar orang kerja masih gak mau menyisihkan sebagian gajinya untuk dana pensiun. Sebutlah, orang kerja yang gak mau punya dana pensiun.

Kita semua sepakat. Biaya hidup semakin mahal dan meningkat dari tahun ke tahun. Tentu, termasuk biaya hidup di masa pensiun nanti. Sementara semua orang kerja pun sepakat, mereka ingin hidup nyaman dan sejahtera di masa pensiun. Namun, kenyataannya, banyak orang kerja melakukan kesalahan dalam menyiapkan dana pensiun.

Masa pensiun sejahtera itu penting. Tapi jauh lebih penting untuk mulai menyisihkan dana pensiun untuk masa pensiun. Karena pensiun, cepat atau lambat, pasti akan dialami setiap orang yang bekerja.

Soal dana pensiun, kadang orang kerja suka salah kaprah.

Inilah 3 sebab salah kaprah orang kerja soal dana pensiun. Apa saja kesalahannya dan gimana cara antisipasinya?

#1. Tabungannya tidak cukup

Banyak orang menyangka tabungannya cukup. Padahal, inflasi yang terjadi beberapa puluh tahun ke depan pasti membuat tabungan tidak akan cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup. Misal tabungan Rp. 100 juta hari ini, mungkin hanya bernilai Rp10 juta di masa pensiun nanti. Apalagi tabungan punya suku bunga rendah dari angka inflasi.

Maka solusinya, harus ada alokasi untuk dana pensiun dari sekarang. Di samping memberikan “return” yang sesuai dengan piihan investasi yang dipilih, dana pensiun pun uangnya hanya dapat dicairkan saat pensiun tiba. Dana pensiun, bikin orang kerja disiplin dalam mempersiapkan masa pensiunnya.

#2. Tidak siapkan dana pensiun sejak muda

Faktanya, tidak banyak orang kerja yang menyiapkan dana pensiun sejak muda. Berapa banyak orang kerja di usia 25 tahun yang sudah punya program dana pensiun? Baik ikut dari tempat kerjanya atau atas inisiatif sendiri untuk ikut program dana pensiun. Kebanyakan orang kerja di usia muda lebih sibuk belanja kebutuhan yang gak terlalu perlu. Atau membeli aksesori untuk gaya hidup yang keren. Hinga mereka lupa mempersiapkan masa pensiun, suatu masa di saat mereka tidak bekerja lagi.

Maka solusinya, milikilah program dana pensiun sejak muda. Karena di dana pensiun, semakin muda dan lama menyisihkan dananya maka semakin banyak pula uang yang terkumpul. Biar sedikit menabung untuk dana pensiun, nantinya akan menjadi “bukit” di masa pensiun.

#3. Tidak tahu target dana terkumpul saat pensiun nanti
Orang kerja saat ini hanya bisa mencari uang. Tapi gak tahu, berapa target dana yang cukup untuk masa pensiun? Wajar, orang kerja zaman now sering terlibat masalah keuangan. Entah akibat hutang atau membeli sesuatu atas dasar “ingin” bukan “butuh”. Padahal, setiap orang kerja pastinya membutuhkan 70%-80% dari gaji terakhirnya di masa pensiun. Itu artinya, bila gaji terakhir Rp. 10 juta maka saat pensiun dibutuhkan dana Rp. 7-8 juta untuk bisa memenuhi kebutuhan dan gaya hidupnya.

Maka solusinya, berusahalah mencapai 70%-80% dari gaji terakhir di masa pensiun. Tentu caranya dengan mengikuti program dana pensiun yang ada di pasaran. Orang kerja harus tahu dana yang harus dicapai saat pensiun, harus tahu instrumen investasi yang pas untuk dana pensiunnya, dan harus tahu berapa dana yang harus disisihkan untuk mencapai tujuan keuangan di masa pensiun.

Itulah 3 kesalahan orang kerja soal dana pensiun. Merasa tabungannya cukup padahal tidak cukup di masa pensiun. Merasa sudah punya dana pensiun padahal terlambat ikutnya. Merasa tahu bakal pensiun tapi tidak mempersiapkan dana pensiun yang dibutuhkannya.

Dana Pensiun, seperti dana pendidikan atau dana perumahan adalah hal penting yang harus disiapkan. Setiap orang kerja harus peduli pada dana pensiun. Mumpung belum terlambat, mulailah sisihkan sebagian gaji untuk dana pensiun.

Semua orang kerja pasti ingin hidupnya di masa pensiun nyaman dan sejahtera. Semua orang kerja pasti masa pensiunnya tidak ingin merepotkan anak atau keluarganya. Maka untuk masa pensiun yang berkualitas harus diikuti aksi nyata untuk ikut program dana pensiun. Agar kerja yes, pensiun oke …

Hai orang kerja. Jadi, apa yang Anda bayangkan saat pensiun nanti?

Bersantai di teras rumah sambil menikmati hidangan lezat. Atau rekreasi ke luar negeri yang penuh romantika. Atau momong cucu sambil penuh senyuman indah.

Sungguh, apapun yang Anda bayangkan haruslah masa pensiun yang indah. Bukan membayangkan masa pensiun dalam keadaan susah atau menyusahkan orang lain. Bukan masa pensiun yang “menakutkan”.

Bukankah orang bekerja hari ini untuk masa pensiun esok yang lebih sejahtera?

Untuk apa berpuluh-puluh tahun bekerja tapi gagal mencapai masa pensiun yang indah … #LiterasiDanaPensiun #YukSiapkanPensiun #SadarPensiun

Ditulis oleh Syarifudin Yunus, Humas Perkumpulan DPLK

Comments

comments