Prabowo dan Anies Baswedan Hadiri Ijtima Ulama dan Tokoh Nasional

Pembukaan Ijtima ulama dan tokoh nasional yang dihadiri oleh lima ketua partai (foto: istimewa)

Ijtima ulama dan tokoh nasional yang dilaksanakan oleh GNPF (Gerakan Nasional Pengawal Fatwa) ulama, pada Jumat (27/7/2018) malam, bertempat di ballroom hotel Menara Peninsula Jakarta dihadiri oleh Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan yang dihadiri oleh 500 Ulama dari berbagai ormas atau elemen umat Islam. Juga hadir para tokoh nasional serta para undangan memenuhi ruangan.

Mengusung tema pembahasan adalah “Menyatukan Arah Perjuangan Umat Islam Dalam Mengawal Perjalanan Bangsa dan Negara”. Anies Baswedan, selaku Gubernur DKI Jakarta menyampaikan sambutan pada acara pembukaan. Anies berterima kasih dan bangga dengan dijadikannya Jakarta sebagai tuan rumah.

“Bersyukur bahwa pada hari ini sejarah kembali terukir. Mereka semua datang memikirkan persoalan bangsa, secara bersama-sama, mereka memiliki kredibilitas. Dan mereka Semua datang dengan ikhtiar, tanpa dibayari, transportasi sendiri. In Shaa Allah akan ada sejarah baru, suatu saat nanti kita akan menjadi penerus dan menjadi keputusan penting bangsa,” kata Anies.

BACA JUGA:  Taufiek Bawazier: 80% Bahan Baku Plastik di Indonesia Masih Impor

Dalam sambutannya ustadz Yusuf Muhammad Martak, selaku Ketua GNPF juga mengucapkan terimakasih kepada tokoh ulama dan tokoh nasional dalam acara Ijtima. “Panitia menyediakan ruang yang seluas-luasnya untuk membahas persoalan bangsa yang akan kita junjung tinggi dalam Ijtima. Kita butuh persatuan, bukan perceraian. Tujuan ini dilakukan untuk memberikan petunjuk dan apabila kita biarkan kita tidak tahu lagi 5 tahun ke depan seperti apa Indonesia,” ucap ustadz Yusuf.

Hal senada dikatakan oleh Habib Rizieq Shihab melalui rekaman dari Mekah yang dapat didengarkan oleh para undangan yang hadir bahwa Ijtima ini digelar untuk memusyawarahkan persoalan-persoalan bangsa yang urgen dan krusial di bidang dakwah sosial politik dan ekonomi.

BACA JUGA:  Wali Kota Depok Turut Salati Jenazah Korban Lion Air

“Melalui Ijtima ini kita berharap memperkuat barisan umat menuju Indonesia berkah. Saya menyerukan agar Ijtima mendorong sekuat tenaga untuk menyatukan partai-partai politik yang selama ini berjuang bersama umat melawan tirani kezaliman. Yaitu saudara kita dari Gerindra, PKS, PAN, PBB sebagai lokomotif perjuangan keadilan. Kita wajib merangkul erat partai baru yaitu partai berkarya yang kreatif dan potensial,” ujar Rizieq.

Lebih lanjut Rizieq menambahkan, “Melalui Ijtima ulama ini kami juga berharap mampu merekomendasikan capres cawapres yang adil, amanah cerdas adil cinta bangsa negara melindungi. Mengawal konstitusi agar tidak bertentangan dengan ayat suci. Dan saya berharap capres mewakili nasionalis agamis kebangsaan kaum santri sehingga saling menyempurnakan,” ucapnya.

BACA JUGA:  Agar Murid Mudah Diarahkan, Lima Hal Ini yang Harus Dilakukan

Sejumlah lima orang ketua Partai yang hadir itu masing-masing menyampaikan visi-misinya  dan sepakat membangun koalisi 2019, untuk ganti Presiden, dan menyiapkan capres dan cawapres. Turut hadir Prabowo Subianto (Ketum Gerindra), Zulkifli Hasan (Ketum PAN), Sohibul Iman (Ketum PKS), Yusril Ihza Mahendra ( Ketum PBB) dan Tommy Soeharto ( Ketum Berkarya) dan M. Amien Rais. Serta sejumlah tokoh nasional yang hadir antara lain: Fadli Zon, Neno Warisman. (BKarmila)

Comments

comments