Pemanfaatan Fintech untuk ZISWAF

ilustrasi. (Istimewa)

Teknologi dari tahun ke tahun akan terus berkembang sejalan dengan pembangunan infrastuktur mobile broadband serta semakin murah harga ponsel pintar yang sering kita sebut dengan Android (smartphone) di Indonesia. Dan financial technology khususnya perkembangan teknologi itu sendiri sangat berpengaruh terhadap usaha bisnis di dunia ini dan terutama di Indonesia. Diantaranya : peningkatan produktivitas, penghematan biaya, penyederhanaan proses bisnis, penyediaan layanan pelanggan yang akan lebih baik, peluang muncul bisnis dan lapangan kerja baru. Dengan masyarakatnya yang sudah banyak menggunakan teknologi mulai dari kehidupan sehari-hari.

Layanan keuangan ini yang sekarang dikenal dengan istilah Fintech, kepanjangan dari (Financial Technology). Dari data yang dikeluarkan oleh idEA, Google Indonesia dan Taylor Nelson Sofres mengungkapkan bahwa Indonesia bisa mencapai Rp 300 Trilliun pada tahun 2016. Dengan sekitar 297 juta pelanggan telepon seluler dan 83,6 juga pengguna internet. Dan saat ini Indonesia menjadi menjadi tempat terbaik bagi perkembangan Fintech.

Di Indonesia, baru ada 19% penduduk yang menggunakan Bank. Artinya, masih ada 81% lagi penduduk Indonesia yang tidak menggunakan Bank, dan ini akan menjadi pasar potensial untuk bisnis Fintech.

Fintech merupakan program komputer dan teknologi lainnya yang digunakan untuk mendukung atau mengaktifkan dan jasa keuangan lainnya. Fintech juga bisa digunakan dalam dunia bisnis yang bertujuan menyediakan jasa keuangan dengan memanfaatkan perangkat lunak dan tekonologi modern kombinasi dari teknologi keuangan yang menggambarkan sektor jasa keuangan yang muncul diabad ke-21.

Pemanfaatan Fintech dalam dunia Filantropi menurut Urip adalah keharusan mengingat perkembangan tekonologi yag semakin pesat. Fintech memiliki peluang besar untuk menjaring donatur-donatur muda dengan penggalangan online. Fintech atau Tekfin berkembang baik sepanjang 2017.

Fintech di Indonesia memilii beberapa ragam, antara lain startup pembayaran, riset keuangan investasi ritel, pembiayaan, perencanaan keuangan dan remitnitasi.

Hal ini sudah jelas bahwa Fintech sangat berpengaruh terhadap Filantropi syari’ah di Indonesia. Akan tetapi masih banyak masyarakat Indonesia yang tidak tau akan Fintech dan hal ini disebabkan oleh ketidak pedulian Pemerintah. Oleh karena itu dengan adanya bantuan seperti halnya: zakat, infaq, shodaqoh, wakaf (ZISWAF) ataupun Filantropi syari’ah dapat membantu mereka dari keterpurukan tersebut.

Dari beberapa data dinas sosial Probolinggo menyebutkan bahwa masih banyak anak terlantar berjumlah 246, 492 lansia terlantar, 1.180 wanita rawan sosial ekonomi, 761 keluarga kondisi perumahan dan lingkungan tidak layak dan baerbagai permasalahan sosial lainnya.

Data diatas hanya menjelaskan didaerah Proboliggo saja bagaimana dengan daerah-daerah lain di Indonesia yang memiliki permasalahan sosial dan ekonomi. Oleh karena itu, zakat, infaq, shodaqoh, dan wakaf (ZISWAF) atau Filantropi syari’ah diciptakan untuk membantu permasalahan diatas dan menciptakan kemaslahatan dikalangan masyarakat, karena tidak semua masyarakat pelosok yang tau tentang Fintech tersebut dan dengan adanya bantuan seperti Lembaga Dhompet Dhu’afa, dan khususnya zakat di Indonesia maka itu sangat berarti bagi mereka dengan menyalurkannya juga dapat sedikit demi sedikit mengurangi tingkat kemiskinan, pengangguran, pendidikan di Indonesia. [Thalbiyatu Ababillah Hasan]

Comments

comments