Opini: Hadiah Pahit Sistem Kapitalis

Ilustrasi. (Istimewa)

Oleh : Ayyuhanna Widowati, S. E. I

Pasca lebaran ini rakyat dihadiahi dengan keputusan pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi per 1 Juli 2018. Salah satunya harga Pertamax yang naik menjadi Rp9.500 per liter. Pertamina dalam hal ini sudah kedua kalinya menaikkan BBM terakhir di bulan Februari lalu. ( iNews.id)

Menurut Wakil Ketua Komisi VI DPR, Inas Zubir, keputusan itu karena Pertamina menyesuaikan harga karena naiknya harga minyak dunia dan menilai bahwa keputusan perusahaan migas milik negara itu tidak salah karena jenis BBM tertentu tidak masuk dalam pasal 33 Undang-Undang Dasar 45 Pasal 33. Dalam ayat 2 disebutkan cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai negara.

“Dari ayat ini berarti tidak semua cabang-cabang produksi yang dikuasai yang dikelola badan usaha milik negara tidak melulu tentang produk yang penting, tapi badan usaha milik negara dapat memproduksi produk yang menguntungkan secara komersial,” kata Inas melalui keterangan tertulis. (iNews.id)

Wow, dari penuturan anggota DPR tersebut menunjukkan bahwa pemerintah kerap ‘berniaga’ dengan rakyat, yang seharusnya BBM ini menjadi fasilitas murah bahkan gratis untuk rakyatnya akan tetapi dikomersilkan.

Semua ini hasil dari diterapkannya sistem kapitalisme dengan asas sekuler, yaitu pemisahan agama dari kehidupan. Tujuan dari sistem kapitalis hanya ‘materi’ atau manfaat semata. Apabila bermanfaat atau ‘menguntungkan’ walaupun mencabut subsidi BBM merugikan bahkan menindas rakyat tetaplah dilakukan. Inilah yang terjadi di negeri kita tercinta. Berganti rezim di sistem ini tidaklah membawa hasil perubahan malah semakin bertambah kusut masalah yang akan terjadi.

Sudah saatnya sistem kapitalis ini diganti oleh sistem Islam dengan asas akidah Islam, aturannya pun berasal dari pemilik bumi ini Allah SWT. Dalam sistem Islam pengaturan ekonomi dalam hal kepemilikan umum seperti BBM, listrik, air dikelola oleh negara dan hasilnya untuk rakyat sebagaimana dalam sebuah hadits dari Ibnu Abbas, bahwa Rasulullah SAW bersabda “kaum Muslim itu berserikat dalam tiga hal, yaitu air, padang rumput dan api”.

Menjalankan seluruh aturan Allah bukti ketundukan sebagai hamba yang lemah dan pastinya membawa kemaslahatan umat manusia.[]

Comments

comments