Mendobrak Potensi Diri dengan Rasa Percaya Diri

Ilustrasi. (Istimewa)

Allah SWT menciptakan manusia dengan memberikan kelebihan dan keutamaan yang tidak diberikan kepada  makhluk lainnya. Setiap orang memiliki kemampuan dan potensi yang berbeda-beda. Untuk itu setiap orang harus mengenali potensi yang dimilikinya sejak dini. Pengenalan potensi sejak dini sangatlah penting untuk dapat kita gali dan kembangkan secara maksimal. Hal ini berkaitan erat dengan kesuksesan kita dimasa depan. Mengapa demikian? Karena setiap apapun yang bisa kita lakukan termasuk kegiatan atau hal yang kita sukai kemudian mendapatkan respon positif dan kita mendapat prestasi atas apa yang telah kita capai  semua berdasar potensi dalam diri.

Suatu perubahan hanya bisa terjadi jika telah mengenali potensi kita. Lalu kita dapat mengarahkannya kepada tindakan yang tepat dan teruji. Ada banyak orang gagal di dunia ini dikarenakan mereka tak mampu mengenali potensi diri mereka. Dan ada banyak pula  orang sukses didunia ini, dikarenakan mereka telah mengetahui potensi mereka dan mereka mengembangkannya dengan baik.

Langkah pertama untuk mengenali potensi diri adalah mengenali diri kita sendiri, memetakan kelebihan dan kelemahan diri, dan komitmen untuk mampu mengungkit potensi diri menjadi kebaikan dan kebermanfaatan. “Barangsiapa yang mengenal dirinya, niscaya dia akan mengenal Tuhannya.” (Al Hadits). Firman Allah SWT, “Dan kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan.” (QS Al Isra’: 70). Potensi diri pada manusia bisa diperoleh sebagai “ahwal” (karunia), maupun diperoleh secara “maqomat” (usaha), artinya, potensi diri baru akan mampu berdaya guna, berkembang, dan bermanfaat, jika telah dilakukan upaya-upaya untuk meningkatkannya, memanfaatkannya. (Lihat buku KimyauSaadah, Al-Ghazaly).

Setelah kita mampu untuk mengenali potensi yang terdapat dalam diri kita, maka kita harus terus mengembangkannya dengan rasa percaya diri. Psikolog W.H.Miskell ditahun 1939 telah mendefinisikan arti percaya diri dalam bukunya yang bertuliskan “Percaya diri adalah kepercayaan akan kemampuan sendiri yang memadai dan menyadari kemampuan yang dimiliki dapat dimanfaatkan secara tepat”. Tak lain halnya psikolog ultra kondang Maslow yang berkata “Percaya diri merupakan modal dasar untuk pengembangan aktualitas diri”.

Dengan percaya diri orang akan mampu mengenal dan memahami diri sendiri. Sementara itu, kurangnya percaya diri akan menghambat pengembangan potensi diri. Jadi orang yang kurang percaya diri akan menjadi seseorang yang pesimis dalam menghadapi tantangan, takut dan ragu-ragu untuk menyampaikan gagasan, serta bimbang dalam menentukan pilihan dan sering membanding-bandingkan dirinya dengan orang lain. Percaya diri dapat berlaku dalam semua aspek kehidupan , seperti bersosialisai, bisnis, berpolitik, berkarir, dan lain sebagainya.

(Disusun oleh : Etika Rosy)

Comments

comments