Membersihkan Hati dengan Muhasabah

Ilustrasi. (Istimewa)

“Ingatlah sesungguhnya di dalam tubuh manusia terdapat segumpal daging. Jika segumpal daging itu baik, maka seluruh tubuh juga baik. Jika segumpal daging itu rusak, maka seluruh tubuh juga rusak. Ketahuilah, segumpal daging itu adalah hati”. ( HR Muslim ).

Hadist Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan Muslim diatas menjelaskan bahwa di dalam tubuh manusia terdapat segumpal daging yang disebut hati. Yang menjadi kendali dari baik atau buruk nya peranggai seorang manusia.

Sering kali kita temui atau bahkan kita alami sendiri, merasa lemah iman dan tidak memiliki motivasi, atau bahkan tidak bisa menerima sebuah kebenaran. Hal-hal demikian merupakan gejala dari penyakit hati. Yang apabila dibiarkan akan menimbulkan perbuatan yang dibenci oleh Allah SWT. Seperti perasaan iri, dengki, riya serta tamak. Allah SWT membenci manusia yang memiliki sifat demikian, penyakit hati juga menimbulkan rasa benci dari manusia lainnya, serta membuat kita terputus dari Rahmat Allah SWT.

Penyakit hati dapat menimbulkan dampak sosial bagi pribadi kita, mulai dari tidak disukai orang karena sikap riya, iri dan dengki hingga yang semakin parah dapat menimbulkan dorongan untuk melakukan tindakan kejahatan yang ditimbulkan perasaan iri tersebut.

Seyogianya kita sebagai hamba Allah SWT yang beriman dan bertakwa menghindari perilaku demikian, dengan banyak beristighfar, berkumpul dengan orang-orang Sholeh, lebih mudah memaafkan dan perbanyak muhasabah diri.

Istighfar, dapat membuat hati kita selalu terpaut pada Allah sehingga memiliki benteng untuk enggan berbuat dosa.

Berkumpul dengan orang-orang yang Sholeh, menjadikan kita pribadi manusia yang Sholeh pula karena ia akan mengajarkan kepadamu hal-hal yang bermanfaat bagi dunia dan agamamu. ia juga akan memeberimu nasihat. ia juga akan mengingatkan dari hal-hal yang membuatmu celaka.

Mudah memaafkan, sebagaimana Allah maha pemaaf, kita pun dianjurkan untuk mudah maafkan.

” …..dan hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada. Apakah kamu tidak ingin bahwa Allah mengampunimu? Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang ” (QS. An Nuur [24] ; 22)

Memperbanyak muhasabah diri, Jadi tidak sepatutnya jika seorang Muslim melewati hari-harinya tanpa melakukan muhasabah diri. Karena hanya dengan muhasabah itulah hati kita terjaga dari kelalaian, mulut terhindar dari mengucapkan keburukan dan perbuatan kita akan terpelihara dari segala maksiat dan kemunkaran.

Dengan demikian, semoga kita terhindar dari penyakit hati dan Allah SWT menyelamatkan kita dari siksa kubur. Sejatinya, manusia hanya makhluk Allah SWT yang selalu perlu akan pertolongan-Nya. Maka, jangan pernah terputus dari Rahmat Allah SWT, perbanyak beribadah dan dekat dengan Allah memberikan benteng tersendiri agar terhindar dari perbuatan tercela. Karena sesungguhnya hati yang bersih adalah hati yang selalu berharap hanya kepada Allah SWT.

Ditulis oleh : Dinar Rahmayanti, Mahasiswi STEI SEBI

Comments

comments