Harmoni Iman dan Energi Terbarukan di Masjid Universitas Indonesia

DEPOK – Penggunaan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) kini telah tersebar dengan pesat dan sudah memegang peranan penting sebagai sumber energi terbarukan di negara-negara maju. Setiap tahun negara-negara maju meningkatkan kapasitas PLTS. Bahkan saat ini, negara-negara berkembang seperti Chile, India, Thailand dan Meksiko telah memulai beberapa proyek berkapasitas ratusan megawat (MW) untuk memenuhi kebutuhan listrik di negaranya . Bagaimana dengan Indonesia? dengan potensi matahari yang tidak kalah dari negara-negara tersebut, nyatanya penerapannya PLTS masih jauh dari optimal, dimana PLTS di Indonesia masih sangat kecil yaitu 0,0002 % dari potensi yang ada . Sebagai salah satu universitas sekaligus institusi riset di indonesia, Universitas Indonesia yang berlokasi di Depok telah memulai langkah konkrit dengan memulai menerapkan PLTS di beberapa atap gedungnya.

BACA JUGA:  BNPB: Gempa 6,2 SR di NTB Kamis Siang Susulan dari Gempa 7 SR

Sebagai contoh, Bulan Ramadhan tahun ini terasa spesial bagi jamaah Masjid Ukhuwah Islamiyah Universitas Indonesia (UI), dikarenakan awal ramadhan 1439 H (16 Mei 2018) kali ini ditandai dengan pemasangan panel sel surya pada atap masjidnya. Dengan adanya panel sel surya ini, program Ramadhan di Masjid UI menjadi lebih semarak dan dapat berjalan tanpa harus khawatir jika terjadi ketiadaan listrik. Pemasangan energi terbarukan sel surya di Masjid UI ini dibiayai oleh dana hibah dari Islamic Development Bank (IDB) dalam bentuk program pengabdian masyarakat (PengMas) yang digawangi oleh tim pengajar muda dari Fakultas Teknik (FT) dan kerjasama dengan Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM) UI.

BACA JUGA:  Priyadi Abadi, Pelopori Travel Wisata Muslim Indonesia Bersama Adinda Azzahra Tour

Tim pengmas kali ini melibatkan sejumlah pengajar muda FT diantaranya, Dr. Tomy Abuzairi, Dr-Ing Alfian Ferdiansyah dan Dr. Chairul Hudaya serta beberapa mahasiswa lainnya. Dr. Tomy menjelaskan, “Panel sel surya ini berjumlah 16 unit atau 5.000 Watt peak dan ditempatkan di atap bagian utara masjid sehingga mendapatkan curahan sinar matahari sepanjang hari. Dengan kapasitas yang dihasilkan sekitar 20.000 Watt setiap harinya, panel surya ini diharapkan dapat menyokong pengoperasian seluruh peralatan listrik, seperti pompa air, AC, dan sound-system Masjid di siang hari secara mandiri dan juga menjadi back-up ketika listrik padam.”

Sistem panel yang dirancang di Masjid UI ini bersifat hibrid, artinya listrik dari panel surya digabung dengan listrik dari PLN. Energi berlebih yang dipanen oleh panel surya di siang hari dapat digunakan untuk membantu pengoperasian listrik dan juga disimpan sebagai cadangan di malam hari atau ketika listrik padam. Dengan sistem ini, listrik akan tetap menyala, walaupun kondisi cuaca mendung atau tidak ada sinar matahari. Kedepannya program ini diharapkan menjadi contoh bagi semua atap gedung yang ada di lingkungan kampus UI, sehingga turut serta menyokong visi UI sebagai Green Campus.

BACA JUGA:  Jelang Asian Games, Kemenkes Susun Modul dan Pelatihan Kegawatdaruratan

Pemilihan masjid sebagai lokasi pemasangan panel surya dipandang sebagai wujud nyata semangat keselerasan antara IMTAQ (iman dan taqwa) dan IPTEK (ilmu pengetahuan dan teknologi). Sudah selayaknya masjid menjadi pelopor dalam menggerakkan penerapan teknologi demi kemaslahatan umat manusia.

Comments

comments