Cerdas Bermedsos dengan Mengkonfirmasi

Ilustrasi.

Di zaman milenial seperti sekarang ini, dimana perkembangan teknologi semakin canggih dan membuat masyarakat pun semakin mencintai internet. Media sosial yang terlahir dari internet mampu menarik perhatian masyarakat begitu besar. Tidak dapat dipungkiri media sosial dapat membuat seseorang menghabiskan waktu yang dimiliki hanya untuk berselancar di dalamnya. Bercengkrama dengan banyak orang tanpa mengenal batas jarak, ruang, dan waktu.

Tentu saja dengan adanya media sosial ini membawa dampak positif dan negatifnya. Adanya media sosial membuat informasi akan cepat tersampaikan sehingga begitu banyak informasi yang akan kita dapat. Namun disisi lain dengan penggunaan media sosial yang bebas dan jumlah pengguna yang cukup besar, mampu membuat informasi itu sendiri disalah artikan atau diubah dari yang sebenarnya. Penyebaran berita-berita palsu ini pun akan membuat banyak kesalah pahaman yang berakibat pada permusuhan dan pertengkaran. Kemudian yang menjadi fokus kita adalah bagaimana untuk menghindari dampak negatif ini?

Jauh dari itu, Islam mengajarkan kita untuk bersikap tabayyun. Tabayyun adalah meneliti atau mencari kejelasan sebelum mempercayai sesuatu. Seperti dijelaskan dalam Al-Qur’an surat Al-Hujurat ayat 6 :

“Wahai orang-orang yang beriman, jika seseorang yang fasik datang kepadamu membawa suatu berita, maka telitilah kebenarannya, agar kamu tidak mencelakakan suatu kaum karena kebodohan (kecerobohan), yang akhirnya kamu menyesali perbuatanmu itu.”

Begitu pentingnya sikap tabayyun yang harus dimiliki oleh kita semua. Sebelum mempercayai berita atau informasi yang kita dapatkan maka bertabayyun itu diharuskan. Agar kita mendapatkan informasi yang kebenarannya teruji dan tidak tertipu oleh berita-berita palsu. Sehingga kesalah pahaman pun dapat kita hindari. Rugilah jika kita tidak bertabayyun dalam menerima informasi yang ada. Termakan oleh berita palsu dapat membuat kita terjerumus dalam membenarkan yang salah dan menyalahkan yang benar. Selain itu kesalah pahaman yang terjadi pun bahkan tidak hanya dapat memicu permusuhan dan pertengkaran saja, namun sampai pula terjadinya pertumpahan darah. Kemudian akhirnya hanya penyesalan yang kita rasakan jika kebenaran sesungguhnya telah datang.

Maka jadilah pengguna media sosial yang cerdas. Mampu melahirkan kebaikan-kebaikan dalam penggunaan media sosial. Sehingga kita dapat meraup nilai-nilai pahala karena kebermanfaatan media sosial yang kita gunakan. Karena sesungguhnya muslim sejati adalah yang mampu menghadirkan kebaikan dan membuat dirinya bermanfaat untuk orang lain, kapanpun dan dimanapun.

Oleh : Meilin Afifah

Comments

comments