Seputar Zakat dan Urgensinya

Ilustrasi.

Zakat adalah sejumlah harta yang wajib dikeluarkan oleh pemeluk agama Islam untuk diberikan kepada golongan yang berhak menerima, seperti fakir miskin dan semacamnya, sesuai dengan yang ditetapkan oleh syariah.

Zakat termasuk ke dalam rukun Islam dan menjadi salah satu unsur yang paling penting dalam menegakkan syariat Islam. Oleh karena itu hukum zakat adalah wajib bagi setiap muslim yang telah memenuhi syarat-syarat tertentu. Zakat juga merupakan bentuk ibadah seperti sholat, puasa, dan lainnya dan telah diatur dengan rinci berdasarkan Al-quran dan Sunah.

Allah SWT berfirman QS. At-Taubah : 103

خُذْ مِنْ اَمْوَالِهِمْ صَدَقَةً تُطَهِّرُهُمْ وَتُزَكِّيْهِمْ بِهَا وَصَلِّ عَلَيْهِمْ ۗ اِنَّ صَلٰوتَكَ سَكَنٌ لَّهُمْ ۗ وَاللّٰهُ سَمِيْعٌ عَلِيْمٌ

“Ambillah zakat dari harta mereka guna membersihkan dan menyucikan mereka dan berdoalah untuk mereka. Sesungguhnya doamu itu (menumbuhkan) ketenteraman jiwa bagi mereka. Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui.”

Ayat ini menegaskan bahwa zakat disyariatkan untuk tujuan tertentu yaitu pembiasaan diri untuk memberi dan bersedakah.

Maqashid Hadist tentang Zakat Fitrah

Sebagaimana juga hadist tentang zakat fitrah yang diriwayatkan Abi Said al Khudri:
“Rasulullah SAW. mewajibkan zakat fitrah berua 1 sha’ makanan atau 1 sha’ Syair atau 1 sha’kurma atau 1 sha’aqth”

Zakat fitrah yang diwajibkan dalam hadist tersebut memiliki tujuan khusus yaitu:

1. mensucikan harta muzakki (orang yang berzakat fitrah) dan membantu kaum miskin pada hari raya ‘ied sehingga mereka bisa merasakan kegembiraan pada hari ‘ied.
2. Membentangkan dan membina tali persaudaraan sesama umat Islam dan manusia pada umumnya.
3. Menghilangkan sifat kikir dan loba para pemilik harta. Menghilangkan sifat dengki dan iri (kecemburuan sosial) dari hati orang-orang miskin.
4. Menjembatani jurang antara si kaya dengan si miskin di dalam masyarakat agar tidak ada kesenjangan di antara keduanya.
5. Mengembangkan rasa tanggung jawab sosial pada diri seseorang, terutama bagi yang memiliki harta.
6. Mendidik manusia untuk berdisiplin menunaikan kewajiban dan menyerahkan hak orang lain padanya.

Inilah pendapat jumhur fuqaha yang membolehkan setiap materi yang bisa membantu hajat 8 golongan orang yang mendaat zakat di hari raya ‘ied

Macam-macam Zakat

Yang pertama adalah zakat fitrah. Zakat fitrah adalah zakat yang wajib dilakukan bagi para muslim menjelang hari raya Idul Fitri atau pada bulan Ramadhan. Zakat fitrah dapat dibayar yaitu setara dengan 3,5 liter (2,5 kilogram) makanan pokok dari daerah yang bersangkutan. Makanan pokok di Indonesia adalah nasi, maka yang dapat dijadikan sebagai zakat adalah berupa beras.

Yang kedua adalah zakat maal. Zakat maal (harta) adalah zakat penghasilan seperti hasil pertanian, hasil pertambangan, hasil laut, hasil perniagaan, hasil ternak, harta temuan, emas dan perak. Masing-masing jenis penghasilan memiliki perhitungannya sendiri.

Golongan orang yang menerima zakat

1. Fakir: Golongan orang yang hampir tidak memiliki apapun sehingga tidak mampu memenuhi kebutuhan pokok hidupnya.
2. Miskin: Golongan orang yang memiliki sedikit harta, tetapi tidak bisa mencukupi kebutuhan dasar untuk hidupnya.
3. Amil: Orang yang mengumpulkan dan membagikan zakat.
4. Mu’allaf: Orang yang baru masuk atau baru memeluk agama Islam dan memerlukan bantuan untuk menyesuaikan diri dengan keadaan baru.
5. Hamba Sahaya: Orang yang ingin memerdekakan dirinya.
6. Gharimin: Orang yang berhutang untuk memenuhi kebutuhannya, dengan catatan bahwa kebutuhan tersebut adalah halal, akan tetapi tidak sanggup untuk membayar hutangnya.
7. Fisabilillah: Orang yang berjuang di jalan Allah.
8. Ibnus Sabil: Orang yang kehabisan biaya dalam perjalanannya.

Cukup sekian ringkasan materi yang saya jabarkan. Semoga manfaat dan bisa memudahkan para pembaca untuk memahami dan mempraktekannya dalam kehidupan sehari-hari. [Tsamarah Rafifah]

Comments

comments