Miskin di Lumbung Padi

Oleh : Ayyuhanna Widowati, S. E. I

Indonesia terkenal negeri kaya akan sumber daya alam, pantaslah ungkapan ‘gemah ripah loh jinawi’ yang artinya kekayaan alam yang berlimpah terpatri di negeri tercinta ini. Kita bisa lihat dari tanah yang subur, kekayaan laut, hutan dan bahan tambangnya melimpah tak akan pernah habisnya. Namun dengan melimpahnya kekayaan sumber daya alam ini masih banyak rakyat yang mengalami kemiskinan. Bahkan untuk memenuhi makan sehari-hari saja tidak bisa. Pantaslah dikatakan miskin di lumbung padi.

Begitulah kehidupan saat ini dalam lingkaran sistem kapitalis dengan asas sekuler (memisahkan agama dari kehidupan), sangat menyedihkan. Sistem dengan prinsip meraih keuntungan sebanyak-banyaknya tanpa peduli nasib rakyat. Seolah negara ‘berdagang’ kepada rakyat.

Seperti kabar terbaru dalam waktu dekat Perum Bulog akan menjual beras sachetan 200 gram seharga Rp 2.500. Beras tersebut akan dijual di koperasi hingga toko ritel (detik.com). Harusnya negara memberikan gratis kepada rakyatnya tanpa harus membeli. Ditambah lagi beras yang dijual kepada rakyat adalah beras tak layak. Terungkap, Bulog pernah gelontorkan beras tak layak konsumsi(Chandra Gian Asmara, CNBC IndonesiaNews).

Sangat nyatalah bahwa negara hanya ingin meraih keuntungan saja, tanpa memikirkan kesejahteraan dan menjamin kebutuhan rakyatnya.

Berbeda jika aturan Allah diterapkan, dengan landasan akidah yang kuat maka negara sebagai pengatur urusan rakyatnya akan memberikan jaminan kebutuhan pokok setiap warganya. Sebagaimana kisah seorang wanita yang memasak batu karena tidak ada makanan yang dimasak, kejadian tersebut diketahui oleh pemimpin negara Islam pada saat itu yaitu khalifah Umar. Lalu khalifah Umar dengan sigap memikul gandum dengan tangannya sendiri dan memasaknya untuk keluarga wanita tersebut. Kemudian khalifah Umar pun tenang ketika melihat keluarga wanita tersebut bisa makan. Khalifah Umar menyadari bahwa seorang pemimpin akan dimintai pertanggungjawaban kelak di akhirat.

Indahnya pengaturan dalam naungan Islam yang akan menjamin kebutuhan pokok setiap warganya, sehingga kesejahteraanlah yang didapat. Semakin rindu akan diterapkannya aturan Allah.[]

Comments

comments