Wali Kota Depok: Pendidikan Pesantren Miliki Fungsi 3T

Wali Kota Depok Mohammad Idris saat membuka Pekan Olahraga dan Seni Pondok Pesantren Tingkat Kota Depok 2018. (Foto: Bima/Diskominfo)

Sebanyak 170 Santri dari 18 Pondok Pesantren di Kota Depok berkumpul di lapangan Merpati, Kamis (03/05/18). Mereka berkumpul untuk mengikuti Pekan Olahraga dan Seni Pondok Pesantren Tahun 2018 tingkat Kota Depok.

Dalam pembukaan pekan olahraga dan seni pondok pesantren tersebut, Walikota Depok mengungkapkan bahwa pondok pesantren menjadi sebuah tempat dan media yang sangat efektif untuk pembinaan sumber daya manusia, sebab kesehariannya para santri bisa berinteraksi langsung dengan guru-guru.

Idris melanjutkan, menjadi santri harus bangga, karena pendidikan pesantren memiliki tiga dimensi. Ketiga dimensi yang dimaksud adalah pengajaran untuk intelektual, pengajaran untuk jiwa, hati, rohani, serta jasmani.

BACA JUGA:  Etoser Tiga Kampus Bersatu Untuk Palu
Wali Kota Depok Mohammad Idris saat membuka Pekan Olahraga dan Seni Pondok Pesantren Tingkat Kota Depok 2018. (Foto: Bima/Diskominfo)

Pendidikan pesentren juga memilki fungsi 3T, yaitu ta’lim/pengajaran diberbagai hal, baik kitab kuning, pengetahuan, dan ilmu-ilmu modern. Kemudian tazkiyah yang arahnya akhlakul karimah (budi pekerti yang mulia), dan tarbiyah atau pembinaan jasad/jasmani. “Jadi para santri itu memiliki tiga cerdas, yaitu cerdas pengetahun, agama, dan cerdas jasmani. Santri harus unggul, dalam intelektual hati nurani, dan fisik juga,” kata Idris yang pernah menjadi santri selama 21 tahun.

Terkait dengan Pekan Olahraga dan Seni Pondok Pesantren, Walikota berharap kegiatan ini bisa menjadi ajang untuk bisa mencetak atlet yang religius, cerdas, mandiri, dan juga berprestasi. “Ajang ini juga untuk mencari bibit unggul yang akan di lombakan di tingkat provinsi dan nasional,” katanya.

BACA JUGA:  Menuju Pasar Tertib Ukur 2019, Disdagin Sosialisasikan PTU di Pasar Depok Jaya

Comments

comments