Sistem Keuangan di Indonesia

Bicara tentang sistem keuangan, maka tak lupa juga dengan tabungan dan investasi. Terkadang sebagian orang ingin menyimpan sebagian pendapatannya untuk keperluan di masa yang akan datang, dan ada pula yang ingin meminjam untuk pembiayaan investasi serta pertumbuhan bisnisnya. Sebelum bicara lebih jauh, mungkin akan dijelaskan terlebih dahulu apa itu sistem keuangan?

Sistem keuangan merupakan sekumpulan institusi dalam perekonomian yang membantu mempertemukan tabungan seseorang dengan kebutuhan investasi orang lain. Tabungan dan investasi merupakan faktor penting dalam pertumbuhan ekonomi jangka panjang.

Ketika sebuah negara menghemat sebagian besar PDB-nya sebagai tabungan, maka sumber daya yang tersedia untuk diinvestasikan dalam modal akan lebih besar, dan modal yang besar dapat meningktan produktivitas dan standar hidup suatu negara.

Dalam sistem keuangan, kita perlu mengetahui apa saja institusi keuangan yang ada dalam perekonomian AS, diantaranya ialah: Pasar Keuangan, yang melaluinya penabung dapat menyediakan dana secara langsung bagi peminjam.

Selain itu ada Pasar Obligasi, secara pengertian merupakan sertifikat utang yang menjelaskan kewajiban-kewajiban dari peminjam atau emiten (penerbit obligasi) kepada pemegang obligasi. Sertifikat obligasi ini menentukan waktu suatu pinjaman akan dibayar kembali, dan suku bunga yang akan dibayar secara periodik sampai obligasi tersebut jatuh tempo. Pembeli dapat menahan obligasi sampai tanggal jatuh tempo atau dapat menjual obligasi tersebut kepada orang lain sebelum tanggal jatuh tempo.

Yang terakhir adalah Pasar Saham, yang merupakan kepemilikan suatu perusahaan, dan karenanya mewakili hak atas sebagian keuntungan perusahaan. Penjualan saham untuk mengumpulkan dana dinamakan pembiayaan dengan equitas sementara penerbitan obligasi untuk tujuan yang sama dinamakan pembiayaan dengan utang. Harga saham yang diperdagangkan ditentukan oleh permintaan dan penawaran saham tersebut. Karena saham mewakili kepemilikan sebuah perusahaan, permintaan saham dan harganya mencerminkan persepsi publik mengenai kemampuan perusahaan untuk menghasilkan keuntungan di masa yang akan datang.

Berbicara mengenai institusi keuangan, maka membutuhkan perantara sebagai cerminan peran dari institusi ini yang berada di antara penabung dan peminjam. Sehingga secara tidak langsung penabung dapat menyediakan dana bagi para peminjam. Perantara tersebut tak lain adalah Bank, yang tugas nya adalah mengumpulkan simpanan dari masyarakat yang ingin menabung dan menggunakan simpanan ini untuk memberi kredit kepada orang-orang yang ingin meminjam. Bank juga memfasilitasi pembelian barang dan jasa yang dilakukan nasabah. Bank membantu menciptakan aset khusus yang dapat digunakan masyarakat sebagai alat pertukaran. Alat pertukaran adalah suatu instrumen yang dapat digunakan masyarakat untuk melakukan transaksi.

Selain Bank, ada Reksadana, yang menjual saham-saham kepada publik dan hasil penjualannya untuk membeli berbagai jenis saham, obligasi, atau keduanya disebut portofolio. Keuntungan utama reksadana adalah memungkinkan orang-orang yang mempunyai sedikit dana untuk melakukan diversivikasi. Keuntungan kedua adalah reksadana memberikan rakyat akses pada keahlian para pengelola keuangan professional.

Tak lupa juga dengan stabilitas sistem keuangan di indonesia, Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) optimis dengan kondisi stabilitas makro ekonomi dan sistem keuangan tetap terkendali dalam rangka mendukung momentum pertumbuhan perekonomian nasional dengan ditopang resiliensi perekonomian yang kian membaik. Ditandai dengan tingkat inflasi yang rendah sesuai target pemerintah dalam tiga tahun terakhir pada triwulan IV Tahun 2017. neraca transaksi berjalan pada tingkat yang sehat, aliran masuk modal asing yang stabil, nilai tukar Rupiah yang terjaga, serta cadangan devisa yang menguat. Selain itu, kebijakan fiskal dengan tingkat defisit anggaran dan defisit primary balance yang lebih rendah dari target APBN-P 2017.

Demikian juga dengan kinerja perbankan yang baik, kecukupan dana penjaminan simpanan, serta persepsi investor yang positif terhadap prospek perekonomian Indonesia ke depan. Diharapkan KSSK akan mengoptimalkan bauran kebijakan dari sisi fiskal, moneter, makro dan pasar keuangan dalam menjaga momentum perekonomian dari tantangan yang dapat mengganggu keberlangsungan dan stabilitas sistem keuangan, baik dari sisi eksternal maupun domestik.

Dilihat dari segi prospek dan tantangan bagi stabilitas sistem keuangan di Indonesia tersebut, diharapkan KSSK senantiasa mensupport sinergi kebijakan dan reformasi struktural yang diperlukan untuk memelihara dan mengantisipasi stabilitas sistem keuangan dalam mendukung kesinambungan pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan demikian Stabilitas sistem keuangan senantiasa normal karena ditopang oleh fundamental ekonomi yang baik dan persepsi pelaku pasar yang positif terhadap perekonomian Indonesia. (Sa’adah Tri Hayatun).

Comments

comments