Puasa Zaman Now Terasa Berat, Kenapa?

Ilustrasi. (Istimewa)

Puasa zaman now terasa berat …

Seorang kawan bilang, “ibadah puasa itu berat…”. Sudah pasti. Karena fadilah dan berkah ibadah puasa memang tiada tara. Hampir tidak ada bandingannya. Semua dilipatgandakan, semua ada hitungannya di mata Allah SWT.

Lalu, kenapa puasa terasa berat?

Bisa jadi, karena puasa dianggap beban. Menahan lapar dan dahaga, dari subuh hingga maghrib dirasa sebagai beban. Sungguh sangat berat. Jangankan puasa dipakai untuk bekerja, puasa dipakai untuk tidur melulu saja pasti berat. Lagian, apa sih yang tidak berat hidup di dunia. Semua pasti terasa berat, apalagi bila terlalu cinta kepada dunia.

Puasa itu shaum, yang artinya menahan diri. Tentu, bukan hanya menahan diri dari lapar dan haus. Tapi harus mau dan mampu menahan diri dari godaan apapun. Menahan diri dari godaan mulut dan pikiran untuk menggunjing orang lain. Menahan diri dari memberi komen di media sosial yang tidak ada gunanya, apalagi penuh prasangka. Menahan diri provokasi terhadap negaranya sendiri.

Sebelas bulan kita bebas mau apa saja, di mana saja. Tapi kini, sebulan penuh pula kita dibatasi agar tidak terjerumus pada aktivitas yang tidak ada gunanya, yang bisa membatalkan pahala puasa. Itu semua tentu berat. Bukan hanya butuh komitmen, tapi menjadi ujian keimanan seseorang.

Puasa itu makin berat. Karena harus menahan lapar dan haus selama 30 hari. Itu salah, puasa itu bukan 30 hari. Puasa itu hanya 13 jam sehari, dan diulang selama 30 hari. Gak mungkinlah kita puasa 30 hari penuh, pasti tidak kuat. Puasa setengah hati saja, sudah nanyakan terus kapan maghrib-nya? Mengincar makanan berbuka yang di-pengenin.

Memang bisa jadi, puasa itu berat. Karena terlalu cintanya manusia pada dunia. Cinta dunia lupa akhirta. Jadi urusan puasa, akan terasa berat. Karena puasa memang utamanya untuk Allah SWT, untuk kehidupan akhirat setelah kita meninggalkan dunia saat waktunya tiba.

Apapun namanya. Puasa memang sangat berat. Buat mereka yang terlalu cinta dunia, buat mereka yang menguber kebahagiaan dunia. Mereka lupa bahwa dunia itu hanya senda gurau dan kesenangan semu. Bahagia di dunia sama sekali tidak menjamin bahagia di akhirat, bahagia karena rahmat Allah SWT. Berapa banyak di antara kita yang mengejar kebahagiaan dunia, ujung-ujungnya menjadi sengsara? Di penjara karena korupsi, gelisah karena jauh dari Allah, merasa asing karena hidupnya gersang. Walau pangkat, jabatan dan harta sudah ada dalam genggamannya. Semua itu karena mengejar kebahagiaan dunia semata. Dunia itu kalo sudah digenggam, berikutnya adalah kehancuran dalam bentuk apapun…

Maka puasa sama sekali tidak berat. Bila kita ikhlas menjalankannya. Puasa bukan beban. Tapi kewajiban dan komitmen seorang hamba kepada sang pencipta. Puasa, sungguh momentum untuk kita mendekatkan diri kepada Allah SWT. Yang mungkin saja, selama ini kita terlalu jauh dari-Nya. Manusia itu, sering mengasingkan diri dari Tuhannya. Maka bulan puasa, saatnya untuk mendekati-Nya. Bermuhasabah diri sambil ibadah yang optimal, bukan hanya yang wajib tapi juga yang sunnah.

Mengapa puasa tidak berat?

Karena di bulan puasa, Allah SWT melipatgandakan pahala kebaikan, menjanjikan ampunan, menyempitkan jalan keburukan dan membuka selebar-lebarnya jalan amal shaleh yang menguntungkan.

Puasa sama sekali gak berat. Karena siapapun yang berpuasa karena Allah SWT maka ia berhak meraih kebahagiaan yang hakiki. Maka puasa, isilah dengan memperbanyak kebaikan. Sehingga Allah SWT ridho dan memberkahi hidup kita di sisa usia … wallahu a’lam bishowab, ciamikk. [Syarifudin Yunus]

Comments

comments