Pertemuan dengan Sang Waktu

Ilustrasi. (Istimewa)

Hidup tak selamanya indah, langit tak selalu cerah. Begitu konon katanya, tapi memang itulah adanya. Sejatinya dalam kehidupan kita telah memiliki lukisan masing-masing yang dimana dalangnya adalah diri kita sendiri. Tentunya tak sepenuhnya cat tersebut tertoreh hanya karena kehendak kita sendiri melainkan juga tertoreh disana campur tangan sang Maha Kuasa.

Hidup bukan hanya sekedar hidup babi di hutan juga hidup, bekerja bukan sekedar bekerja kera juga bekerja . Selama masih diizinkan untuk bertemu dengan sang waktu, maka pergunakanlah this rendezvous dengan sebaik-baiknya. Waktu telah mengizinkan kita untuk bersama dengannya dalam kehidupan, tapi ia tak akan pernah berbalik lagi kepada hari kemarin. Persiapanlah yang harus kita lakukan untuk menjalani hari-hari kedepan, jadikanlah dirimu sebagai hamba yang tak menyesali hari kemarin. Persiapan untuk hidup di dunia, juga hidup di kemudian hari saat nyawa sudah tak berada di ujung badan. Semua ini tentu tak semudah yang kita bayangkan, butuh perjuangan dan kesungguhan dalam menjalaninya.

Nabi SAW bersabda, “Ada dua kenikmatan yang banyak manusia tertipu, yaitu nikmat sehat dan waktu senggang” (HR. Bukhari). Diantara dua nikmat yang dapat melalaikan tersebut adalah sang waktu. Sejatinya bukanlah waktu yang melalaikan, melainkan kita yang menjadikan waktu melalaikan kita.

Kita yang menentukan, apakah kita hanya akan nyaman di kasur dengan segala perkakasnya? atau, Kita ingin menjadi benefit bagi dunia dan sekitarnya? Yap, pilihan itu ada pada diri kita sendiri bukan orang lain. Dengan waktu senggang sebenarnya banyak hal bermanfaat yang dapat dilakukan. Misalnya mengisi waktu luang dengan membaca Al-Quran dan mentadaburi terjemahannya. Dengan begitu selain mendapatkan manfaat ilmu baru, kita juga mendapatkan pahala dari Allah SWT.

Maka kawan manfaatkanlah pertemuanmu dengan sang waktu dengan sebaik-baiknya, jadikanlah hidupmu lebih bemakna dengan menjadi hamba yang bukan hanya bermanfaat bagi diri sendiri tetapi juga bermanfaat bagi orang lain. [Nurul Salma Muthmainnah]

Comments

comments