Mengenal Jakarta dari Masjid Tertua Khas Betawi

JAKARTA – Sore menyelimuti Jakarta (Sabtu, 26/05), banyak keramaian di sela-sela sudut Ibukota baik di gang maupun jalan raya, puluhan penjaja pangan ringan menu berbuka terhantarkan dijual dengan murah meriah. Di sela-sela Jalan Manggarai 8 nampak berdiri kokoh dan utuh bangunan tua, yaitu Masjid Al Istiqomah yang berusia kurang lebih dua abad berdiri kokoh di tengah-tengah pemukiman padat wilayah Manggarai, Jakarta Selatan.

Kerangka dan seluruh dinding masih bertahan hingga saat ini, kayu-kayu sebagai penopang masih berdiri menahan atap yang berbentuk limas ini. Jendela-jendela masih berfungsi serta pintu yang terbuat dari kayu masih terawat dengan baik. Seni ukir dengan adat betawi masih dipertahankan hingga kini. Hanya saja penambahan halaman depan dengan ubin serta pagar menambah modern dan difungsikan melihat jumlah jamaah yang semakin waktu semakin bertambah seiring kepadatan di wilayah tersebut.

Menurut Abdul Aziz (53) penerus pengurus Masjid Al Istiqomah, “masjid ini dulu hingga sekarang belum mengalami perubahan yang berarti hanya genteng saja, sebelum berdiri di wilayah Jl. Manggarai Selatan 8, Masjid ini berdiri di sekitar Bukit Duri cenderung dekat Jatinegara, namun pada era penjajahan Masjid ini dipindahkan ke area wakaf hingga saat ini”.

Dompet Dhuafa bersama Pemprov DKI Jakarta melakukan Buka Bersama di wilayah tersebut dengan harapan masyarakat dengan ekonomi kebawah dapat menikmati serta berdaya. Berbuka dengan seluruh lapisan masyarakat memang bukan hal yang lumrah lagi, namun sudah seharusnya menjadi adat yang harus dilestarikan dikala kemajuan teknologi menghancurkan segi-segi keakraban satu sama lain. Selain itu kehadiran rekan-rekan MOXA (Mania Of Xenia Avanza) dapat menjadi ajang silahturahmi baik komunitas maupun masyarakat serta mengenalkan budaya melalui kearifan lokal.

Comments

comments