Mahasiswa BSI Ajarkan “Speed Typing” ke Siswa Sekolah Master

Mahasiswa BSI saat melakukan Pengabdian Masyarakat di Sekolah Masjid Terminal, Kamis, 26 April 2018.

DEPOK – Bina Sarana Informatika melakukan pengembangan dalam bidang pendidikan yaitu dengan memasukkan kegiatan Pengabdian Masyarakat dalam Mata Kuliah Speed Typing pada mahasiswa bidang Akademi Sekretari Manajemen.

Salah satu tim pelaksana yang beranggotakan Septi Wahyu Ekawati, Indah Ayu Laraswati, Devi Yulaefa Widayatik, Elin Indiani dan Dibahyasinta memilih melaksanakan kegiatan tersebut pada Sekolah Master, Jalan Margonda Raya, Terminal Depok-Jawa Barat. Penentuan tempat, pelaksanaan hingga transportasi dilakukan mandiri oleh tim sedang Pengesahan dan penandatanganan sertifikat dibantu oleh pihak BSI.

Ketua tim kegiatan Elin Indiani menjelaskan, awalnya kegiatan tersebut untuk memenuhi nilai mata kuliah Speedtyping yang diajarkan oleh Bapak Bryan namun setelah berinteraksi dengan sekolah tim bermaksud untuk menjadi relawan di sekolah yang sering disingkat menjadi Master itu. Menurutnya kegiatan ini berdampak positif bagi Tim Pelaksana, Sekolah Master dan BSI sekaligus sebagai ajang untuk bersosialisasi kepada masyarakat.

BACA JUGA:  Kota Depok Boyong 61 Medali di Porda Jabar 2018

“Sebenarnya kami mengadakan kegiatan pengabdian masyarakat ini untuk memenuhi nilai praktik kami pada mata kuliah speed typing yang diajar oleh Pak Bryan. namun setelah berinteraksi langsung dengan anak-anaknya dan support dari pihak sekolah, kami bermaksud ingin melanjutkan mengajar sebagai relawan disini” ujar Elin, beberapa waktu lalu yang seharusnya menjadi hari terakhir kegiatan pengabdian di Sekolah Master. Kalimat Elin tersebut disambut dengan tangan terbuka oleh Pak Nurrokhim, Pendiri Sekolah Master.

Kegiatan ini bertema “Change Your Destiny With Your Typing” yang artinya setiap insan berhak memilih dan merubah takdir mereka masing-masing, bagaimanapun keadaan mereka asa akan tetap ada. Anak jalanan, pemulung, siswa yang putus sekolah atau siapapun berhak memiliki kesempatan untuk merubah dan menjadikan diri lebih baik. Slogan pada kegiatan mereka adalah “Type Your Own Destiny” dengan maksud agar setiap siswa mempunyai semangat untuk merangkai takdir indah mereka.

BACA JUGA:  Etoser Tiga Kampus Bersatu Untuk Palu

Agenda yang dimulai sejak Kamis, 19 April sampai dengan Kamis 17 Mei ini akan dilanjutkan dengan mengabdikan ilmu menjadi relawan. Tim yang beranggotakan 5 mahasiswi itu merasa ilmu mereka harus dibagikan.

Kegiatan ini dilakukan guna mensosialisasikan penting dan manfaat mengetik sepuluh jari dan mengetik cepat pada siswa. selain mengetik sepuluh jari dan mengetik cepat, di sela-sela kegiatan tim pengajar menambahkan pula ilmu umum yang mereka tahu untuk memperluas pengetahuan umum siswa. Tim berharap kegiatan semacam ini lebih sering diadakan dan didukung oleh pihak-pihak terkait.

Cara pengajaranpun dibuat sederhana yakni dengan teknik pengajaran demonstrasi dan eksperimen, yakni teknik belajar dimana seorang pengajar menunjukkan materi lalu mengajak siswa untuk ikut praktik langsung. Tim semakin dipermudah dengan fasilitas lab komputer yang disediakan oleh Sekolah Master dan siswa yang semangat disetiap kegiatan ini.

BACA JUGA:  Rumah Zakat Kirim 30 Ton Paket Superqurban dan 15 Truk Bantuan Logistik untuk Palu - Donggala

Untuk membuat siswa semangat belajar selain membuat suasana kelas menyenangkan, tim pelaksana mengadakan lomba dan memberikan beberapa hadiah dan sertifikat pada siswa yang berprestasi. Siswa kelas VII itupun menyambut dengan baik, yakni meningkatkan keahlian mengetik sepuluh jari dan mengetik cepat mereka.

“Menurut kami, benteng terkuat yang dapat membuat Indonesia tetap utuh adalah pendidikan pada kawula muda. Jadi mari sama-sama memajukan pendidikan dan kualitas bangsa Indonesia dengan segenap ilmu yang kita punya” imbuh Indah, anggota tim yang bernamakan SIDED itu. Teringat pula kalimat Pak Bryan “Untuk menjadi negara yang maju, Indonesia tidak butuh orang yang pintar. Indonesia hanya butuh orang yang disiplin, tahu untuk apa ilmu yang mereka punya”.

Comments

comments