Kondisi Pasar Tradisional, Masih Jauh dari Harapan

Pasar adalah tempat calon pembeli dan penjual secara langsung atau tidak langsung saling berhubungan melaksanakan pertukaran, baik barang atau jasa. Jenis pasar pun terbagi menjadi 2 yakni pasar tradisional dan pasar modern. Kedua jenis pasar tersebut pastinya memiliki kelebihan dan kekurangan. Lalu menurutmu apakah kelebihan dan kekurangan yang dimiliki oleh pasar tradisional?

Pasar tradisional masih cukup banyak ditemukan di berbagai daerah di Indonesia. Salah satunya Pasar Kemiri Muka yang terletak di Depok, Jawa Barat. Tepatnya di samping Stasiun Depok Baru dan di bawah flyover Jalan Arif Rahman Hakim. Tempatnya yang strategis membuat pasar ini tetap ramai meskipun senja sudah menyapa.

Lorong pasar yang dipenuhi dengan kios pedagang buah pun masih dilalui oleh banyak orang yang ingin menuju ke sebrang rel. Akibatnya hal tersebut dijadikan kesempatan oleh para pedagang untuk menawarkan jualannya. “Boleh jeruknya, uni,” ucap salah satu pedagang buah. Namun, tawaran pedagang tersebut tidak diacuhkan tetapi masih ada beberapa orang yang hanya memberikan senyum meskipun tidak membeli.

Keramaian pasar tidak hanya berasal dari para pedagang yang menawarkan jualannya. Tetapi juga berasal dari teriakan para supir angkutan umum yang ngetem di sisi pasar. “Dalam, dalam, dalam,” teriak salah satu supir angkutan umum 02 berwarna merah. Supir angkutan umum yang lain pun juga berteriak sesuai dengan tujuan mereka masing-masing. Suara rangkaian kereta yang akan melintasi rel pun juga dapat didengar dari pasar tersebut. Jadi, tak perlu heran jika Pasar Kemiri Muka menjadi begitu bising.

Kondisi pasar tersebut memang berbeda dengan pasar modern yang ada di sekitarnya. Tidak memiliki pendingin ruangan karena memang letaknya di lahan yang tidak beratap. Tidak beralaskan lantai yang bersih tetapi beralaskan tanah yang kotor dan becek. Tidak beraroma tetapi memiliki bau tidak sedap yang berasal dari tumpukan sampah yang berada di sisi-sisi kios.

Kios-kios tersebut hanya terbuat dari kayu dan beratapkan terpal. Sehingga bahan makanan yang dijual bisa saja terkontaminasi oleh bau sampah dan asap kendaraan bermotor yang berlalu-lalang di tengah-tengah deretan kios. Di pasar tersebut juga terdapat beberapa kios yang tidak digunakan lagi sehingga terlihat diabaikan oleh pengelola pasar. Kios pun menjadi sarang tikus dan kecoa.

Perlu diingat! Dari sekian banyak kekurangan yang dimiliki, pasar tradisional juga memiliki kelebihan. Salah satunya adalah harga barang yang relatif lebih murah. “Pasar tradisional memang terkenal kotor dan becek tetapi harga barang yang relatif murah menjadi daya tarik tersendiri bagi mereka yang belum berpenghasilan seperti saya selaku mahasiswa,” tutur Ade, salah satu pembeli di Pasar Kemiri Muka.

Jika dibandingkan, harga jual di pasar tradisional memang jauh lebih murah dari harga jual di pasar modern. Harga yang sudah murah tersebut juga masih bisa ditawar oleh pembeli. Dan proses tawar-menawar ini tidak dapat dipraktikan di pasar modern karena pembeli harus membayar sesuai dengan harga yang ada di label. “Tawar menawar justru lebih mudah dilakukan di pasar tradisional daripada pasar modern,” tambah Ade. Kenyataannya pun memang begitu, Ade akhirnya bisa membawa pulang sepatu sandal pilihannya dengan potongan 15% dari harga asli.

Begitu banyak kelebihan dan kekurangan pasar tradisional. Namun, penilaiannya tergantung kita selaku penikmat pasar tersebut. Kenyamanan dalam berbelanja pun ditentukan oleh kita selaku pembeli. [Neneng Hasanah/PNJ]

Comments

comments