Cerita Warsono, Tukang Gorengan yang Kuliahkan Anak Hingga Sarjana

Usaha kuliner tidak harus makanan mewah, namun melalui jajanan ringan pinggir jalanpun jika ditekuni mampu sukses dan meraup banyak rezeki. Dengan kunci resep gorengan yang unik dan khas, semua jenis gorengan mampu menarik perhatian pembeli.

Seperti salah satu warung gorengan bernama Warung Mendoan Cilacap, yang bertempat di pinggir Jalan Raya Margonda, sebelah kanan halte Pondok Cina, Depok, milik Warsono, pria asal Cilacap kelahiran 1971.

Warsono mampu mempertahankan bisnisnya. Setiap hari, beliau memulai jualan dari jam 11 siang hingga jam 11 malam. Jualannya terdiri dari 6 jenis gorengan yang utama, diantaranya mendoan, tahu, bakwan, cireng, pisang, dan ubi. Disertai juga menu bubur sum-sum dan kolak.

Perjalanannya memulai usaha ini tidak semudah yang dibayangkan, pasalnya dalam memulai usahanya beliau didampingi istrinya merantau dari tempat tinggal asalnya Cilacap dengan berbekal resep gorengan khas dari orangtuanya.

Awal usahanya dimulai, banyak kendala yang dilaluinya. Dari susahnya mencari konsumen/pelanggan, hingga pengalaman berjualan tidak laku dan tetap berusaha jualan hingga pagi demi jualannya habis terbeli, namun tetap utuh.

Seiring berjalannya waktu, dengan kerja keras dan semangat, usahanya mulai menuai hasil. Banyak pembeli yang berlangganan datang dan mengenali khas gorengannya. Penghasilannyapun selalu untung.

“Kalau dihitung pendapatan, tidak bisa secara gamblang. Karena tiap periode nilai uang terus berubah, tapi bisa diakui selalu untung,” katanya.

Buah hasil usahanya, Warsono mampu menyekolahkan anak pertamanya hingga lulus sarjana Akuntansi. Sesuai dengan fokus utamanya yaitu pendidikan anak. “Saya bangga, setidaknya seorang tukang gorengan mampu menyekolahkan anaknya sarjana.”

Selain pendidikan, masalah yang mampu terangkat berkat hasil usaha gorengannya ialah tempat tinggal yang dulunya sewa kemudian mampu membeli rumah sendiri. Selain itu beliau juga mampu membeli mobil mewah dan dua motor.

Diakui beliau, ada rencana untuk membuka cabang warung gorengan di tempat lain. Namun masih menunggu waktu yang tepat.

Warsono, pria yang hanya lulusan SD ini membeberkan rahasia sukses bisnisnya, ialah terletak pada bumbu gorengan yang digunakannya. Menurutnya, sejak dulu beliau tidak pernah mengubah bumbu gorengannya dengan bumbu instan yang mudah didapat, namun tetap memakai bumbu tradisional khas daerahnya.

Beliau juga menyampaikan kunci suksesnya dalam berusaha agar menuai hasil, “jangan menyerah, jangan merasa lelah, tetap berjuang, dan tekun,” pungkasnya diakhiri acungan jempol. [Rosi Oktari/PNJ]

Comments

comments