Bertahan dengan Berinvestasi atau Hidup Tergadaikan

lustrasi. (Istimewa)

Seiring dengan perkembangan zaman, kini dinamika kehidupan pun semakin beragam. Dalam menjalankan kehidupan tersebut, tentu ada beberapa hal yang harus di persiapkan. Ada sebuah perkataan yang mengungkapkan bahwa “Naik tanpa persiapan, Turun tanpa penghormatan.” Maka dalam segala hal yang akan kita laksanakan tentu harus melalui proses persiapan, agar hasil yang kita dapatkan pun maksimal.

Berbagai persiapan untuk mempertahankan kehidupan tidak sedikit. Mulai dari segmentasi pendidikan, moral, akhlak, financial serta persiapan lainnya harus terpenuhi. Namun, dari semua segmentasi tersebut, terdapat salah satu yang menjadi fokus utama, yaitu financial. Karena dengan tidak adanya financial, Maka akan berpengaruh terhadap segmen yang lainnya.

Ilustrasinya ketika seseorang lapar, Namun dia tidak punya uang dan tidak berusaha dalam menghasilkan uang, Maka seseorang tidak dapat memenuhi kebutuhan laparnya. Begitu juga dengan kehidupan ini, Jika seseorang ingin berpendidikan tentu harus belajar dengan cara terus sekolah. Namun ketika ia tidak mempunyai uang untuk sekolah, Maka akan menjadi kendala.

Pada zaman sekarang, Jika tidak di persiapkan maka akan semakin sulit, Karena biaya sekolah pun semakin meningkat. Lalu bagaimana cara mempersiapkannya? Salah satu caranya yaitu dengan berinvestasi. Investasi yaitu penggunaan atau sejumlah dana / modal kedalaman proyek yang diharapkan akan memberikan nilai manfaat di masa yang akan datang.

Investor tidak akan langsung mendapatkan benefits, akan tetapi benefits akan di dapatkan di masa yang akan datang. Adapun jangka waktu perolehan benefits atau waktu untuk pengembalian investasi terbagi menjadi tiga, yaitu :

  • Investasi jangka pendek yaitu short term 2-3 tahun.
  • Investasi jangka menengah yaitu middle term 4-5 tahun.
  • Investasi jangka panjang (long term > 5 tahun.

Untuk menentukan waktu investasi dapat dilihat dari beberapa hal, diantaranya dari kondisi usaha (Proyek), Kondisi internal dan eksternal usaha, Nilai manfaat yang diharapkan, Kapabilitas dan kapasitas usaha. Dengan hal tersebut maka kita dapat menentukan jangka waktu mana yang akan ditentukan untuk berinvestasi, apakah jangka pendek, jangka menengah atau pun jangka panjang.

Ada beberapa instrumen investasi , diantaranya saham, obligasi, warran, reksadana. Namun tentunya ada juga instrumen investasi syariah juga misalkan kita dapat berinvestasi pada saham syariah, sukuk atau surat berharga, reksadana syariah. Untuk melihat apakah suatu proyek syariah atau tidak, Maka kita bisa menganalisis dari dua hal, yaitu dari segi jenis usaha dan dari segi modal yang digunakan, apakah sesuai dengan ketentuan syariah atau tidak.

Mengapa harus berinvestasi? Karena ada beberapa manfaat yang dapat diberikan investor dari berinvestasi, bukan hanya untuk satu golongan saja, akan tetapi untuk beberapa golongan. Adapun manfaat tersebut yaitu bagi pemerintah investasi dapat menjadi penunjang perekonomian negara, memberikan pendapatan terhadap negara, menjadi tolak ukur perekonomian negara. Bagi masyarakat umum, dapat memberikan peluang kerja sehingga mengurangi tingkat pengangguran.

Dan manfaat bagi investor itu sendiri yaitu akan mendapatkan benefits meski pun tidak akan langsung dirasakan, akan tetapi investor menunda konsusmi pada saat itu, Sehingga ada penjamin bagi kelangsungan hidup di masa yang akan datang. [Ipong Siti syarifah/STEI SEBI]

Comments

comments