Benarkah Bedong Dapat Meluruskan Kaki Bayi yang Bengkok?

IIlustrasi. (Istimewa)

Oleh: dr. Sherly Desnita Savio

Bedong merupakan salah satu kebiasaan di masyarakat Indonesia dan telah menjadi salah satu perawatan ‘wajib’ pada bayi baru lahir. Sudah turun temurun berita beredar di masyarakat yang menyatakan bahwa bayi yang tidak dibedong kakinya akan menjadi bengkok atau ‘letter O’ saat besar nanti. Namun apakah hal ini didukung oleh alasan ilmiah, ataukah hanya sekedar mitos? Mari kita pelajari lebih lanjut yuk..

Bedong adalah kegiatan membungkus bayi dengan selimut/kain. Bedong memang dipercaya dapat membantu menenangkan bayi baru lahir yang rewel dan sulit tidur. Hal ini dikarenakan pembedongan mambuat bayi merasa nyaman dan hangat, sehingga Ia merasa seperti di dalam rahim. Selain itu bedong juga dapat mengurangi risiko terjadinya hipotermia (suhu tubuh bayi yang terlampau rendah) yang dapat membahayakan kondisi bayi. Walaupun banyak manfaatnya, bedong ternyata tidak terbukti dapat meluruskan kaki bayi.

Faktanya, semua bayi memang terlahir dengan kaki yang bengkok, di mana kedua tumitnya mendekat dan kedua lututnya menjauh, akibatnya membuat kesan seperti huruf O. Hal ini normal adanya, disebabkan oleh posisi tungkai janin di dalam rahim. Jadi tidak perlu khawatir, karena tungkai bayi yang bengkok ini sebagian besar akan lurus dengan sendirinya pada usia 2-3 tahun, dengan atau tanpa dibedong.

BACA JUGA:  Agar Murid Mudah Diarahkan, Lima Hal Ini yang Harus Dilakukan

Walaupun demikian, ada beberapa kondisi kaki bengkok yang memerlukan penanganan lebih lanjut, misalnya pada kelainan struktural kaki (seperti clubfoot), cerebral palsy (penyebabnya adalah kelainan di otak), atau riketsia (kaki bengkok akibat kekurangan vitamin D). Perbedaan kaki bengkok normal dan abnormal salah satunya adalah kaki bengkok yang normal akan nampak perbaikan jika telapak kakinya disentuh halus. Selain itu, kaki bengkok normal juga sifatnya fleksibel, tidak seperti kaki bengkok abnormal yang kaku saat akan dikoreksi.

Walaupun tujuannya baik, bedong sendiri bila tidak dilakukan dengan tepat ternyata justru dapat membahayakan kondisi bayi lho.. Masalah yang mungkin ditimbulkan antara lain displasia panggul, hipertermia (suhu bayi yang terlalu tinggi), dan sindrom kematian mendadak pada bayi/ Sudden Infant Death Syndrome (SIDS). Displasia panggul terjadi jika penggunaan bedong terlalu ketat, akibatnya terjadilah pergeseran dan gangguan perkembangan sendi panggul. Hipertermia dapat terjadi jika anda menggunakan bedong yang tebal, diperburuk dengan suhu ruangan yang panas. Sindrom kematian mendadak pada bayi (SIDS) merupakan konsekuensi yang fatal dari pembedongan. SIDS terjadi dimana bayi yang sehat tiba-tiba meninggal tanpa penyebab yang jelas, seringkali terjadi saat bayi sedang tidur. Beberapa hal yang diperkirakan menjadi penyebab adalah sumbatan napas saat bayi dalam bedong ditempatkan pada posisi telungkup atau menyamping, dan bisa juga terjadi karena mulut dan hidung bayi tertutup bedong yang terlalu longgar.

BACA JUGA:  Layanan Gawat Darurat 119, Respon Cepat Dinkes Depok Atasi Gangguan Kesehatan Masyarakat

Lalu bagaimana cara membedong yang aman, agar manfaatnya didapat, namun tanpa membahayakan bayi?

  • Pertama, pilihlah kain atau selimut bedong yang nyaman dan tidak terlalu tebal.
  • Kedua, saat membedong sebaiknya jangan terlalu ketat, dan hindari bedong yang menutupi wajah. Saat menyusui, bisa bedong di bawah ketiak, agar tangan si bayi dapat bebas bergerak.
  • Ketiga, perhatikan bahwa posisi menidurkan bayi haruslah terlentang. Keempat, jika perlu, ada baiknya ukur suhu bayi secara berkala menggunakan termometer. Suhu normal tubuh bayi adalah 36.5-37.5oC. Dan kelima, sebaiknya bedong bayi tidak digunakan lagi saat bayi berusia sekitar 2 bulan, di mana bayi mulai belajar berguling.

Lalu bagaimana dengan kaki dan tungkai bayi yang bengkok? Untuk hal ini, anda bisa observasi dulu kondisinya sampai dengan usia 3 tahun ya. Bila setelah melewati 3 tahun, tungkai bayi masih bengkok, nampak gangguan berjalan yang signifikan, bentuk lututnya tidak simetris (ada salah satu sisi yang lebih bengkok), tungkai semakin lama semakin bengkok (progresif), atau lutut bengkok disertai perawakan yang pendek, sebaiknya segera konsultasikan langsung ke dokter ya. Beberapa tatalaksana yang dapat disarankan adalah penggunaan gips berkala, penggunaan sepatu khusus, sampai tindakan operasi. Untuk penanganan di rumah, bisa tetap penuhi kebutuhan nutrisinya melalui makanan-minuman bergizi, dan disarankan untuk jemur-jemur bayi di bawah matahari pagi selama 10-15 menit untuk memenuhi kebutuhan vitamin D-nya.

BACA JUGA:  Potret Muram Guru Honerer

Jadi, bedong sebenarnya bukan merupakan kewajiban ya. Bedong sendiri tidak terbukti bermanfaat untuk meluruskan kaki/ tungkai bayi yang bengkok, terlebih lagi kondisi ini normal ditemukan pada anak sampai dengan usia 3 tahun. Bedong boleh digunakan, dengan tujuan untuk memberikan kehangatan dan rasa nyaman pada bayi. Walau demikian, lakukanlah pembedongan dengan cara yang tepat dengan memperhatikan tips-tips di atas ya, agar manfaat bedong bisa didapat tanpa membahayakan kesehatan bayi.

Comments

comments