Wanita yang Kuat “Ibu”

Ilustrasi. (Istimewa)

Wanita yang tidak penah bilang kata lelah di depan anak-anaknya, wanita yang sangat kuat menghadapi paitnya kehidupan, wanita yang rela bangun pagi sebelum semua orang bangun untuk melanjutkan aktifitasnya, wanita yang tanggu menghadapi tantangan seperti badai yang menghancurkan runtuhan rumah yang ada di kehidupannya adalah ibu.

Ibu secara fisik boleh saja merupakan sosok wanta yang lemah, namun ketika harus menyelamatkan anak-anaknya, ia bisa berubah menjadi sosok wanita yang berjiwa pemberani dan tegas. Rela pasang badan dan nyawanya tak kala membela anak-anaknya dari ancaman dan bahaya apa pun.

Ibu yang mempunyai tiga orang anak dan bermodalkan gerobak kecil untuk menemani berjualan berkeliling untuk menghidupi buah hatinya. Berkerja dengan cacian dari tetangga yang tidak suka dengannya, ia tidak pernah bilang menyerah dan selalu sabar, dengan cacian yang diberikan tetangganya selalu menjadikan motivasi.

Mata yang masih kantuk, langit yang masih terlihat seperti malam ia rela bangun pagi-pagi untuk pergi ke pasar. Tapak demi tapak yang ia tempuh ke pasar tidak pernah ia berkata “kaki mama sakit.” Ibu selalu terlihat kuat untuk membawa belanjaan yang sangat banyak di kedua tangan yang sudah rapuh.

Tetapi, aku pernah membantah ibu untuk tidak pergi ke sebuah gudang yang ada di lantai dua rumah, tanpa pikir panjang aku tetap masuk dan di temani dengan sahabatku. Tidak lama kemudian, kami terjatuh dari lantai dua ke ke lantai satu yang mengakibatkan kakiku patah tulang sedangkan temanku hanya memar dan luka ringan.

Ibu yang menemaniku saat aku terbujur tidak berdaya, mengantarkan aku ke sekolah disaat kakiku tidak bisa digerakkan. Yang teringat dipikaranku “ibu selalu kuat untuk berjalan ke pasar kenapa aku yang hanya diberikan sakit sebentar saja tapi aku lemah?” Ibu selalu menyemangatiku saat aku tidak bisa berjalan. Ibu rela membagikan waktunya untuk berjualan disaat aku tidak berdaya.

Terima kasih ibu telah bersabar menghadapi diriku yang menyusahkan dirimu, wanita yang mengajarkanku bagaimana menjadi wanita yang tidak lemah, menjadi sahabat, selalu berkorban, bekerja keras dan mendoakanku.

Walapun aku tidak bisa membalas semua yang ibu berikan kepada aku dan tidak meminta balasan. Semoga ibu selalu diberikan kesehatan dan kelak berada di Surga-Nya. Terima kasih ibu. [Alifia Suci Ananda/PNJ]

Comments

comments