Pramuka Distribusikan Bantuan untuk Korban Kebakaran Taman Kota

Kebakaran yang melanda daerah sekitar Taman Kota, Jakarta Barat Kamis (29/3/2018) malam merupakan yang terbesar kedua di sepanjang tahun ini. Karenanya, bencana ini mendapat perhatian cukup serius dari berbagai pihak, tidak hanya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, tetapi juga Gerakan Pramuka.

Satgas Pramuka Peduli dari Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Jakarta Barat langsung ikut ambil bagian pada hari pertama kejadian kebakaran. Dengan melakukan koordinasi bersama BNPB, Pramuka Peduli ikut melakukan assessment dan membantu pengamanan untuk sterilisasi lokasi dari kerumunan warga.

“Di hari pertama teman-teman Pramuka Peduli dari Kwarcab Jakarta Barat sudah langsung turun ke lokasi bencana. Langkah yang pertama kita lakukan adalah sterilisasi lokasi dari kerumunan warga agar tidak menambah banyak korban,” ujar Ahmad Yusuf Kurniawan, Ketua Dewan Kerja Cabang (DKC) Kwarcab Jakarta Barat, Minggu (1/4).

Di hari selanjutnya, Pramuka Peduli dari Kwarcab Jakarta Barat mendirikan posko bantuan di sekitar lokasi kebakaran. Posko tersebut digunakan untuk koordinasi dan mempermudah kerja Pramuka Peduli, sekaligus menampung segala jenis bantuan untuk para korban dari berbagai Gugus Depan yang ada di wilayah Jakarta.

BACA JUGA:  IITCF Imbau Masyarakat Hati-hati Alokasikan Dana ke Travel

“Kegiatan Pramuka Peduli di sini juga ikut mendistribusikan bantuan kepada para korban. Di antaranya beras, air mineral. Sembako seperti teh, kopi, gula, pakaian layak pakai, pakaian sekolah, pakaian balita, alat tulis sekolah, mie instan, selimut, dan pempers,” jelasnya.

Kegiatan Pramuka Peduli dalam setiap penanganan bencana memang selalu disertai pendistribusian bantuan. Banyak hal yang dikerjakan Pramuka dalam penanganan bencana. Selain mendistribusikan bantuan, Pramuka juga ikut membantu warga membersihkan sampah dan puing-puing kebakaran.

Pramuka Peduli juga aktif berperan mengembalikan mental dan kepercayaan diri warga dalam menjalani hidup pasca bencana, yakni dengan kegiatan Trauma Healing terutama untuk anak-anak dan orang tua lanjut usia. Pramuka menghibur mereka dengan berbagai permainan yang mengasyikkan.

“Hari ini rencananya kita akan melakukan Trauma Healing, dan menunggu koordinasi untuk membantu pembersihan area sisa kebakaran. Trauma Healing menjadi keharusan yang harus dilakukan Pramuka Peduli untuk membantu mengembangkan mental dan semangat anak-anak dan orang tua dalam menghadapi bencana,” jelasnya.

BACA JUGA:  Jalin Silaturahim, Walikota Depok Gelar Buka Puasa Bersama Insan Pers Kota Depok

Kegiatan aksi Pramuka Peduli ini terus dilakukan sampai masa tanggap darurat dinyatakan selesai oleh BNPB. Ahmad Yusuf mengatakan, pihaknya sangat terbuka untuk menerima bantuan dari masyarakat luar bila ingin membantu para korban. Sebab sampai saat ini banyak warga yang masih tinggal di penampungan atau tenda pengungsi.

Kwarnas Gerakan Pramuka juga segera turun ke lokasi kejadian untuk membantu para korban kebakaran tersebut. Melalui Andalan Nasional Kwarnas Gerakan Pramuka urusan Pengabdian Masyarakat dan Siaga Bencana (Abdimasgana) Eko Sulistio, Kwarnas memberikan bantuan berupa kebutuhan pokok dan alat pelindung diri buat para relawan.

“Kita memberikan bantuan bahan pokok seperti minyak goreng, beras, makanan, air mineral dan sembako. Alat pelindung diri (APD) buat para relawan yang bergerak di lokasi juga kita bagikan. Bantuan yang kita berikan ini tidak lain untuk memperkuat Pramuka Peduli, sehingga bisa optimal ketika turun ke masyarakat atau lokasi bencana. Semoga bisa bermanfaat,” jelasnya.

BACA JUGA:  Zizara Gagas Ajang Cari Bakat "Face Of Muslimah"

Sementara itu, Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka Adhyaksa Dault mengapresiasi apa yang sudah dilakukan oleh Satgas Pramuka Peduli Kwarcab Jakarta Barat. Ia berterima kasih atas pengabdian Pramuka setiap kali ada bencana.

“Salut buat Pramuka Peduli. Pramuka hadir di tengah-tengah masyarakat termasuk pada saat terjadinya bencana atau kesulitan yang menimpa masyarakat. Bantuan yang diberikan dapat bermacam-macam termasuk hal yang terkecil sekalipun,” kata pria yang murah senyum ini

Diketahui, akibat kebakaran itu, 501 KK dan 2504 warga kehilangan tempat tinggal. Bahkan dua orang dikabarkan meninggal, dan satu petugas pemadam kebakaran mengalami luka parah sehingga harus dilarikan ke rumah sakit. Kerugian pun mencapai miliaran rupiah.

Comments

comments