Pemutakhiran Data Pemilih, Masih Banyak Warga yang Belum Terdaftar dalam DPS

Ilustrasi. (Istimewa)

BANDUNG – Memasuki tahapan pemutakhiran data dan daftar pemilih, masih banyak warga masyarakat Jawa Barat yang belum terdaftar di dalam Daftar Pemilih Sementara (DPS) Pilkada Jawa Barat 2018.

Di Kota Bekasi misalnya, sebagaimana disampaikan Komisioner KPU Kota Bekasi Syafrudin, bahwa lebih dari 200.000 orang yang mempunyai hak pilih di Pilkada 2018 belum tercatat di DPS.

Masalah yang sama terjadi pula di Kabupaten Garut, Komisioner KPU Garut Djudju Nuzulludin mengatakan masih terdapat sekitar 300.000 calon pemilih tidak memenuhi syarat. Sedangkan di Kabupaten Cirebon, dalam Rapat Koordinasi Desk Pilkada diperoleh informasi bahwasekitar 45.832 calon pemilih belum terekam dalam DPS.

Sebelumnya, pada acara Rapat Pleno Terbuka (17/3) KPU Provinsi Jawa Barat menetapkan total jumlah DPS untuk Pilgub Jawa Barat mencapai 31.708.330 jiwa. Para pemilih terdiri atas 15.941.296 laki-laki dan 15.767.034 perempuan. Dari jumlah tersebut masih terdapat 923.000 calon pemilih dengan kategori non KTP elektronik. Para pemilih tersebar di 627 kecamatan, 5.957 desa/kelurahan, dan akan memilih di 74.944 TPS.

Berdasarkan data di lapangan, Progressive Democracy Watch (PRODEWA) mencatat setidaknya terdapat dua kendala yang menjadi penyebab permasalahan tersebut. Kendala pertama adalahketerbatasan waktu dalam melakukan pemutakhiran data.Misalnya sejak DPS ditetapkan, masyarakat hanya diberikan waktu untuk memberikan tanggapan selama lima hari kerja karena terpotong waktu libur. Kendalakedua adalah masih banyak warga yang belum terdaftar dalam DPS dikarenakan antara lain belum melakukan perekaman data KTP elektronik, perpindahan domisili, ataupun terlewat dalam proses pencocokan dan penelitian (coklit) oleh petugas di lapangan.

Dengan adanya permasalahan di atas, PRODEWA berharap KPU dapat terus melakukan sosialisasi sehingga dapat lebih mendorong peran serta aktif dari masyarakat. PRODEWA  merupakan salah satu lembaga independen yang turut melakukan pemantauan terhadap pelaksanaan Pilkada 2018 di Jawa Barat. Dalam melaksanakan fungsinya, PRODEWA fokus melakukan tiga misi utama yang disingkat dengan program PANDU yaitu pengawasan penyelenggaraan Pemilu, advokasi dan edukasi masyarakat.

Comments

comments