Mencari Rezeki di Pasar Citayam

Pasar Citayam yang berlokasi di Jalan Raya Citayam, Cipayung, Kota Depok, menjadi tempat bagi masyarakat untuk mengais rezeki. Tak heran, jika sering melihat para penjual yang membeludak di Pasar Citayam. Pembeli yang semakin ramai juga menjadi alasan para penjual untuk menawarkan dagangannya. Mulai dari kebutuhan pokok makanan, pakaian, hingga berbagai keperluan perabot rumah tangga juga tersedia di sini.

Hal ini lah yang membuat para pembeli semakin mudah memilih barang yang sesuai dengan keinginan masing-masing. Kualitas dari barang-barang di sini juga memuaskan. Tak hanya itu, harga yang ditawarkan para penjual juga terbilang terjangkau. Ini lah yang membuat masyarakat semakin yakin untuk membeli keperluannya di Pasar Citayam.

Para penjual yang ramah dan baik juga membuat para pembeli nyaman mencari berbagai keperluan. Proses tawar-menawar juga menjadi satu hal yang lazim di sini. Namun, tak heran jika ini yang membuat keakraban antara penjual dan pembeli. Tak terkecuali dengan Eli, salah satu pedagang yang mengadu nasibnya di pasar ini. sebelumnya, ia berjualan di Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Namun, karena adanya keadaan tertentu, membuatnya untuk berpindah ke Citayam. Di sini lah ia mencari sumber penghasilan dengan berjualan berbagai jenis sepatu di Pasar Citayam sejak 1995.

Biaya sewa pun terbilang terjangkau baginya pada saat itu. Dengan kisaran harga Rp5 juta hingga Rp10 juta per tahunnya. Kini, tempat itu sudah menjadi miliknya. Eli juga bersyukur akan fasilitas yang ada di Pasar Citayam.

Sejauh ini, tidak ada kendala selama ia berjualan di sini. Eli pun hanya menyewa listrik Rp35 ribu per bulan serta biaya keamanan dan sampah Rp4 ribu per harinya. Hal ini masih bisa ia jalani dengan pendapatan yang ia terima selama ini.

Pahit dan Manis dalam Hidup

Pantang menyerah dalam berjualan menjadi pegangan baginya untuk bekerja. Suka dan duka pun ia rasakan di sini. Terkadang bisa mendapatkan keuntungan sekitar 30% dari modal, namun tak jarang juga ia harus menomboki. Walaupun begitu, ia tetap mensyukurinya demi memenuhi kebutuhan keluarganya.

Banyak masyarakat yang membeli dagangan Eli, terutama pada saat bulan Ramadan dan libur anak sekolah. Dengan banyaknya pembeli yang ramah kepadanya saat berjualan, tak menutup juga sebagian pembeli yang komplain. “Ada juga yang membeli sepatu untuk anaknya, tetapi malah enggak muat setelah dicoba di rumah dan dia balik lagi ke sini untuk mengganti yang sesuai,” ujarnya sambil tersenyum memandangi dagangannya.

Eli pun menerima dengan ikhlas komplain itu dengan menukarkan sepatu yang sesuai dengan pembeli. Keramahan dan harga yang ia tawarkan membuat para pembeli juga senang dan nyaman mencari kebutuhannya di sini. Dengan begitu, Eli terus semangat mengeruk rezekinya di Pasar Citayam, walau pahit dan manis selalu menghampirinya. [Vivi Noer Febdra/PNJ]

Comments

comments