KSEI IsEF SEBI Gelar Kajian “Mengupas Potensi dan Tantangan Ekonomi di Daerah Bekasi dan Brebes”

DEPOK – Minggu, 10 April 2018 Departemen Scientific (kajian) KSEI IsEF SEBI telah melaksanakan kajian kedaerahan yang dihadiri oleh banyak mahasiswa STEI SEBI dengan mengangkat tema “Mengupas Potensi dan Tantngan Ekonomi di Daerah Bekasi dan Brebes” , acara dimulai tepat pada pukul 16.30 WIB yang dibuka oleh Ilham Syahroni (Mahasiswa STEI SEBI) Sebagai Master of Ceremony dan dilanjutkan dengan pembacaan ayat Al-Qur’an oleh Fahmi Fikri Munawar (Mahasiswa STEI SEBI).

Sesi kajian pada acara ini diisi oleh mahasiswa STEI SEBI yang berasal dari dari Bekasi yaitu Haryati, memaparkan potensi yang ada dikota bekasi.

“Bekasi disebut kota industri, . dan dikenal sebagai kota patriot karna semangat dalam mempertahankan negaranya begitu tinggi. Luas daerah 1.484.37 km2 jumlah pendudduknya hampir 3.246.000 jiwa . dan itu tidak hanya dalam angka kelahiran namun berdasarkan proses urbanisasi pula. Perekonomian yang ada dikota bekasi ditunjang dengan dengan pertanian, peternakan, perindustrian, perdagangan, pertambangan dan wisata industri. Lahan pertanian yang da dikota bekasi mencapai 48.000 hektar dan lahan yang diusulkan untuk menjadi lahan pertanian abdi sekitar 33 ribu hektar dari 48 hektar oleh LP2B kepada pemerintah, sedangkan sisanya sudah beralih fungsi menjadi lahan industri kebanyakan,” kata Haryati pembicara pertama.

Perindustrian dikota bekasi terbagi menjadi 8 industri besar. Nilai dan volume ekspor dibekasi mampu bersaing dengan kota batam, pemerintah kota bekasi mempunyai wacana untuk pembangunan bandara diwilayah kota Bekasi, dan membangun pelabuhan internasional didekat kota Babelan. Tercatat transaksi dikota Bekasi mencapai 450 triliun dan kota bekasi dan investasi yang ada di Jawa Barat 80% berasal dikota Bekasi.

Perputaran uang yang ada di Bekasi sekitar 3x lipat lebih tinggi dibandingkan dibatam. Potensi pertambangan yaitu minyak bumi dengan pencapaian 6000 barel perhari dan gas alam. Beberapa wisata yang ada di wilayah Bekasi yaitu saung ranggon, Gedung juang 45, curug parigi dan Wisata laut seperti : pantai muara gembong, pantai muara beting, pantai muara bendera, pantai mekar. Hutan kota, taman buaya indonesia laya, waterboom lippo cikarang , rumah pohon jati asih, Jembatan cinta taruma jaya , bumi perkemahan karang kitri dan masih banyak lagi. “lanjutnya.

Acara dilanjutkan dengan Mengkaji kota Brebes oleh saudara Ahmad Ripa’i (mahasiswa STEI SEBI yang berasal dari kota Brebes), dalam hal ini beliau juga sama sama memparkan tentang kota asalnya yaitu Brebes. Kota Brebes dikenal sebagai kota Telor Asin dan Bawang Merahnya.

Beberapa Kekayaan alam yang ada di Kota Brebes yaitu :

  • Pertanian sebagian besar mata pencarian penduduk dikota brebes adalah bertani, hampir semua tumbuhan sayur sayuran bisa ditanam ditanah brebes.
  • Perkebunan teh terleteak di desa kali gua kacamatan paguyungan .
  • Sumber daya alam laut berupa perikanan bandeng, udang kepiting, rajungan teri dan masih banyak lagi.
  • Peternakan itik dan bebek.
  • Pasir dan batu.
  • Minyak bumi dan batu bara.

Salah satu mata pencaharian kota Brebes yang sangat berpengaruh bagi perekonomian mereka adalah pertanian, hampir semua tanaman sayuran bisa ditanam di Kota Brebes. Penghasilan bawang perbulan 20 ton dengan masa panen bawang merah 4 bulan 10 hari, dan Telor asin produksi nya bisa mencapai kurang lebih 69.333 butir. Namun, dari itu semua terdapat banyak pula kendala dan tantangan perekonomian dikota Brebes yaitu :

  • Penerapan teknologi usaha tani belum maksimal dan belum modern.
  • Bibit bermutu kurang sehingga hasil produktivitas dan mutu hasil rendah .
  • Belum Adanya sistem pemiwilayahan komoditas.
  • Penaataan produksi msih kurang
  • Penanganan pasca panen dan pemasaran hasil belum efisien.
  • Penggunaan modal kecil dan skala usaha kecil.

Begitulah pemaparan Ahmad Ripa’i tentang Brebes kota asalnya. Acara berakhir tepat pada pukul 18.00 WIB dan ditutup kembali oleh MC.

Comments

comments