Kisah Wanita Pedagang di Pasar Depok Jaya

(Foto: Nanda)

Tubuh Srida sudah tua. Kulitnya keriput semua. Namun badannya masih perkasa.
Srida adalah satu dari sekian banyak pedagang di Pasar Depok Jaya. Di kios yang telah ditempatinya selama ini, ia menjual sembako dan bahan pangan.

Ia menjual telur, beras, terigu, minyak goreng, dan lain-lain. Semua tertata rapi sesuai jenisnya. Sejak pagi, Srida sudah di pasar, tak mau kalah dengan para pedagang lainnya. Sampai sore tiap harinya, ia sabar menunggu pelanggan datang ke warungnya.

Suami Srida sudah meninggal. Itulah alasan utama mengapa Srida berangkat ke pasar sendirian. Akan tetapi, dia menambahkan sesekali anaknya mengantar Srida berdagang di pasar.

Srida bercerita, sebetulnya anak-anaknya sudah menyuruhnya untuk pensiun. Namun, dia tidak mau pensiun sekalipun usianya semakin menua. Baginya menganggur hanya membuat badannya sakit. Itu semua karena Srida memang telah terbiasa bekerja sejak muda.

Sekalipun keterbatasan fisik sudah mulai menyerangnya, hal itu tak ia jadikan halangan. Seperti ketika ada pelanggan yang berbicara kurang jelas, ia tak segan menghampirinya meski langkahnya sudah tertatih.

Kesibukannya berjualan pun tidak ia jadikan beban. Ia terlihat menikmati saat-saat berinteraksi dengan pembeli. Ia sambut pembeli dengan senyum dan ramah tamah.

“Kalau masih kuat mengapa harus leha-leha?” kata Srida ketika ditanya mengapa masih berdagang meski sudah lanjut usia. Terbukti, kerja keras dan kegigihannya tersebut berbuah manis.

Srida juga tidak memasang tampang cemberut jika ada pembeli yang menawar harga barang dagangannya. Sepertinya, yang penting baginya bukan uang, melainkan kesetiaan pelanggan.

Mungkin tidak banyak yang menyangka, di balik penampilannya, Srida mempunyai tiga orang anak yang bisa dibilang berhasil.

Anaknya yang pertama laki-laki, seorang pegawai di Pertamina. Anak keduanya, seorang editor perempuan di ANTV. Dan anak ketiganya merupakan lulusan sekolah polisi, yang kemudian membelokkan kariernya sebagai pedagang sayuran di pasar dengan penghasilan yang lumayan.

Itu semua berkat kegigihan Srida. Sebelum berdagang, Srida adalah seorang mantan perawat di rumah sakit st. Carolus. Ia memutuskan pensiun dari kesibukannya merawat orang tersebut sejak melahirkan anak pertamanya.

Srida sebenarnya tidak berencana menjadi pedagang. Kala itu ia telah memutuskan untuk menjadi ibu rumah tangga setelah melahirkan anak pertamanya. Namun, takdir berkata lain. Ada teman suaminya yang menawarkan kios di pasar Depok Jaya ini.

Berkat dorongan suaminya, akhirnya Srida membeli kios tawaran teman suaminya itu. Mereka pikir, pendapatannya bisa untuk masa pensiun nanti.

Waktu ke waktu usaha dagangnya semakin terlihat hasilnya. Terbukti dari ketiga anaknya yang dapat berkuliah berkat hasil jualannya di kios tersebut.

“Puji Tuhan saya dapat menguliahkan ketiga anak saya dari kios ini,” sambung Srida.
Usahanya yang gigih tersebut sudah sepatutnya menjadi pelajaran berharga bagi kita semua. Bahwa tiap pekerjaan itu sama saja. Sama-sama berpeluang untuk memperoleh pendapatan yang sama dengan profesi orang-orang lain di luar sana. [Nanda Saputri/PNJ]

Comments

comments