Kecanggihan Gadget Bisa Membawa Keresahan

Semakin maju zaman, semakin maju juga perkembangan teknologi. Dulu yang awalnya orang-orang hanya mengirim pesan lewat surat dan melalui bantuan kurir pos, sekarang di kemajuan zaman teknologi yang pesat kita bisa mempergunakan gadget dengan mudah melakukan komunikasi dengan seseorang bahkan bisa banyak orang sekalipun, dengan sms, telfon, ataupun lewat sosial media dan pesan online instan lainnya yang saat ini sedang happening di kalangan anak muda hingga ke kalangan orang tua yaitu, WhatsApp.

Sadarkah kita akan majunya teknologi menjadikan orang-orang disekeliling kita yang begitu dekat menjadi jauh, dan gadget menjadikan orang yang jauh dari kita menjadi dekat. Gadget bahkan membuat orang lupa waktu karena asyik memainkannya, membuat orang lupa akan dunia nyata karena asyik dengan dunia mayanya dan membuat orang kehilangan kontrol saat sudah memainkan gadgetnya karena ia sudah kecanduan akan fungsi gadget tersebut. Sebetulnya gadget ini banyak memberikan hal-hal positive jika kita para penggunanya menggunakan dengan baik dan benar, namun apabila kita sudah menggunakannya dengan berlebihan itulah yang akhirnya membuat resah karena sudah kecanduan akan gadget dan sudah lewat batas wajar dalam menggunakannya.

Selain digunakan dengan anak remaja gadget ini juga sudah terkesan biasa digunakan oleh anak-anak yang seharusnya tidak diperbolehkan untuk menggunakan gadget karena belum waktunya, biasanya anak-anak diperbolehkan memainkan gadget dari orang tuanya sendiri jawabannya terkesan tidak masuk akal, karena biar anak kecil diam serta tidak rewel sehingga sang orang tua mereka tidak terasa terganggu.

Namun, apakah orang tua itu paham akan efek yang didapat kelak setelah ia memberikan gadget sebagai mainan kepada anaknya? Anak berusia dibawah 0-2 tahun merupakan waktu di mana otak anak-anak mulai berkembang dengan cepat, apabila otak anak dibiasakan dengan paparan teknologi seperti gadget maka dapak yang akan timbul adalah anak-anak akan kurang konsentrasi dalam berfikir dan saat main gadget biasanya anak-anak cenderung diam dari pada aktif sehingga membuat ruang gerak meraka kurang dan menjadi penghambatan dalam perkembangan dan pertumbuhan mereka. Maka dari itu sebaiknya anak berusia 0-2 tahun diperlukan bimbingan bermain dari orang tua ataupun orang tersayang disekitarnya untuk membantu perkembangan otaknya dan pertumbuhannya. \

Gadget biasanya memiliki fiture aplikasi chat instan online di dalamnya yang sekarang biasa digunakan tanpa harus mengeluarkan pulsa, cukup bermodalkan kuota ataupun wifi. Fitur aplikasi chat instan online saat ini yang digunakan mulai dari anak remaja sampai orang tua sekalipun adalah WhatsApp. Akhir-akhir ini banyak yang membicarakan tentang hoax yang bertebaran di mana-mana salah satu banjirnya hoax yang hadir adalah lewat fiture aplikasi gadget whatsapp ini, biasanya ibu-ibu dan bapak-bapak yang tergabung dalam grup whatsapp sering berbagi tulisan-tulisan atau video yang entah dari mana awal asal usulnya dan mereka membenarkan hal-hal tersebut dan di share lagi ke akun media sosial lain. Hal-hal seperti itu yang juga meresahkan orang lain jika sudah membaca dan ikut membagikan kepada orang lainnya padahal beritanya pun belum tau pasti asal-usulnya dan keberannya.

Dikalangan remaja, penggunaan gadget sendiri merupakan bagian dari gaya hidup. Terkesan ketinggalan zaman apabila gadget yang digunakan belum canggih begitulah faktanya hari ini. Mulai dari harga gadget yang murah tapi canggih bahkan sampai yang mahal dan sangat canggih pun sudah menjadi hal yang wajib dikalangan anak remaja. Kecanggihan teknologi gadget dipergunakan dengan dengan baik oleh anak remaja zaman sekarang, mengapa tidak? Mereka dengan mudahnya mencari hal apapun di gadget canggih yang mereka punya. Itu mengapa gadget menjadikan resah karena, hal-hal yang luas terbuka lebar apabila ia sudah paham dan ingin mencari tahu di gadget tersebut.

Bahkan kepintaran remaja saat ini dikuasai isi kepalanya dengan internet, mereka menjawab soal dengan baik dan benar berkat bantuan isi kecanggihan gadget yang dimilikinya. Sebenarnya itu bukan hal yang buruk, tetapi alangkah baiknya orang tua disini tetap melakukan pengawasan dan anak remaja yang sudah diberikan gadget pribadi dari orang tuanya juga harus paham dan pintar dalam menggunakan kecanggihan gadgetnya. Bukan melakukan hal yang tidak diperbolehkan nantinya, itulah sebabnya mengapa gadget membuat banyak orang resah.

Gadget saat ini sudah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan. Mulai dari bangun tidur hingga tidur lagi, saat berada di mana saja , kapan saja dan dengan siapa saja kita pasti akan selalu tidak ketinggalan memainkan gadget kita. Akan tetapi tahukah anda bahwa di balik kebiasaan kita yang hampir setiap hari tidak bisa pisah dari gadget canggih itu menimbulkan dampak negatif yang cukup serius bagi kesehatan fisik maupun psikis kita. Pertama, kesehatan mata menjadi terganggu karena seringnya melihat ke arah layar gadget terlalu lama. Kedua sakit kepala karena adanya kesalahan posisi dan tegang pada mata. Ketiga, susah tidur dan kecanduan memainkan gadget. Keempat yang paling membahayakan adalah merusak otak karena adanya dampak dari radiasi yang muncul dari gadget.

Kita sebagai pengguna gadget tidak bisa menyalahkan seutuhnya semua keresahan ini kepada kecanggihan gadget saat ini, bukan juga kita menyalahkan dari perkembangan teknologi yang berkembang dengan pesat namun, kita harus berkaca kepada diri masing-masing akan penggunaan gadget yang baik tanpa membuat resah. Hingga sampai saat ini, gadget adalah alat yang sangat digandrungi orang-orang mungkin diseluruh dunia. Karena gadget banyak membantu dan mempermuda manusia dalam segala hal. Maka dari itu, kita sebagai pengguna gadget yang baik haruslah pandai dalam menggunakannya, jangan sampai diri anda, keluarga dan orang disekitar menjadi resah akan dampak yang ditimbulkan akibat penggunaan gedget, Jadilah pengguna gadget yang cerdas serta tetap mengikuti perkembangan zaman atau teknologi dengan baik dan bijak.

Ditulis oleh: Adelia Rorianti, Mahasiswi UIN Jakarta.

Comments

comments