Kajian IsEF Usung Tema “Mengkaji Fatwa DSN MUI No. 116 Tentang Uang Elektronik”

DEPOK-Dalam rangka menambah khazanah ekonomi islam, Kelompok Studi Ekonomi Islam (KSEI IsEF) SEBI perdana mengadakan kajian Fiqh Corner atau yang sering disebut FiCorn. Kajian ini membahas tentang Fiqh Kontemporer dan Fatwa-Fatwa DSN MUI. Dengan tema kali ini adalah “Mengkaji Fatwa DSN MUI No. 116 Tentang Uang Elektronik” yang diselenggarakan di ruang Aula pada hari kamis, 12 April 2018.

Materi kajian kali ini disampaikan oleh Bapak Iqbal Fadli Muhammad, SEI, M.Si. yang lebih dikenal dengan nama Iqbal ini adalah Dosen STEI SEBI.

BACA JUGA:  Etoser Tiga Kampus Bersatu Untuk Palu

Pembahasan ini diawali dengan sejarah E-Money, yang diawali dengan t-cash. Dari tahun 2008 sampai dengan tahun 2015. Dan diawali dengan pertanyaan bagaimana emoney menurut syariahnya?

Ekonomi dibagi dalam beberapa fase pertama, Tekstual yaitu oranng-orang yang menganggap bahwa bank syariah itu riba. Kedua, Orang orang yang berilmu ketiga, orang liberal yang masih condong pada ekonomi syariah.

Fatwa DSN MUI menimbang bahwa E-Money merupakan pembayaran berupa uang elektronik yang diterbitkan oleh bank maupun lembaga selain bank yang sat ini semakin berkembang di Indonesia.

BACA JUGA:  Kota Depok Boyong 61 Medali di Porda Jabar 2018

Diantara akad yang dapat digunakan antara penerbit dengan agen layanan keuangan digital adalah akad ijarah, akad ju’alah, dan akad wakalah bil ujrah.

“E-Money pada dasarnya haram jika yang dianut adalah pandangan tekstual, namun, tidak adanya E-Money akan mengakibatkan resiko primer. Dan fungsi E-Money sangat mempermudah dalam mendukung prasarana kehidupan sehari-hari” tutur Iqbal.

Setelah diisi penjelasan materi yang luar biasa, acara kajian ini dilanjutkan dengan sesi tanya jawab, dan ditutup dengan Do’a. kajian yang berlangsung selama 1 jam ini berjalan dengan lancer, terlihat dari antusiasme para peserta yang hadir dan menyimak penyanpaian materi dengan serius. (Sa’adah tri Hayatun)

BACA JUGA:  Ratusan Genset Untuk Penerang Pasca Gempa-Tsunami di Sulteng

Comments

comments