Kajian IsEF Angkat Tema “Mengkaji Sukuk & Mekanisme Sukuk dalam Praktek”

DEPOK – Dalam rangka menambah khazanah ekonomi islam, Kelompok Studi Ekonomi Islam (KSEI IsEF) mengadakan kajian Fiqh Corner atau yang sering disebut FiCorn untuk yang kedua kalinya. Kajian ini membahas tentang Fiqh Kontemporer dan Fatwa-Fatwa DSN MUI. Dengan tema kali ini adalah “Mengkaji Sukuk & Mekanisme Sukuk Dalam Praktek Mengkaji” yang dihadiri kurang lebih 50 peserta dan diselenggarakan di ruang Aula STEI SEBI pada hari selasa, 24 April 2018.

Materi kajian kali ini disampaikan langsung oleh Ketua KSEI IsEF atau lebih sering dikenal Bpk Chairman Halmani Periode 2017/2018.

Secara singkat AAOIFI (The Accounting And Auditing Organisation for Islamic Financial Institution) mendefinisikan Sukuk sebagai sertifikat bernilai sama yang merupakan bukti kepemilikan yang tidak dibagiakn atas suatu asset, hak manfaat dan jasa-jasa atau kepemilikan atas proyek atau kegiatan invenstasi tertentu.

Menurut Fatwa Majelis Ulama Indonesia No.31/DSN-MUI/IX/2002 Sukuk adalah suatu surat berharga jangka panjang berdasarkan prinsip syariah yang dikeluarkan emiten kepada pemagang obliges syariah.

“Dengan diberlakukannya UU Sukuk Negara, diperkirakan perkembangkan pasar sukuk di Indonesia bakal lebik semarak dibandingkan sebelumnya. Terlebih lagi, minat investor terhadap sukuk ini sangat besar dan menjanjikan teman-teman,” tutur Halwani

“Dan itu salah satunya kenapa Negara-Negara Maju dan berkembang kini mulai mengadopsi Sistem Sukuk Syariah, salah satunya Jerman,” lanjut halwani

Namun demikian, pasar sukuk di Indonesia masih mengahdapi sejumlah tantangan. Pertama, pasar keuangan syariah diindonesia tidak terlalu likuid .

Penyebabnya, pangsa pasarnya yang relatife kecil, yaitu kurang dari 5% dari seluruh system keuangan di Indonesia. Kecilnya pangsa pasar keuangan syariah ini diperkirakan akan menyebabkan pertumbuhan pasar sukuk domestik akan tetap terbatas.

Oleh karenanya, bila langkah perdana pemerintah menerbitkan sukuk domestick berhasil, selanjutanya perlu dibuka pasar sukuk global sebagai benchmark bagi penerbitan sukuk global lainnya, baik sovereign sukuk maupun corporate sukuk.

Setelah diisi penjelasan materi yang luar biasa, acara kajian ini dilanjutkan dengan sesi tanya jawab, dan ditutup dengan Do’a. kajian yang berlangsung kurang lebih selama 1 jam ini berjalan dengan lancar, terlihat dari antusiasme para peserta yang hadir dan menyimak penyanpaian materi dengan serius. [Fitria Ningsih]

Comments

comments