Ekonomi Berjamaah pada Koperasi 212

Oleh: Siti Juleha, tinggal di Cilodong

(Istimewa)

Baru-baru ini kita banyak mendengar kabar semakin banyaknya grand opening 212 mart diberbagai daerah. 212 MART adalah brand minimarket Koperasi Syariah 212. Kepemilikan berjamaah, dikelola secara profesional dan terpusat untuk menjaga daya saingnya baik dari sisijaringan distribusi, produk, harga maupun promo.

Dimula dari Bogor, pada 6 Januari 2017 Kopsya 212 berkembang cukup pesat. Kopsya 212 memiliki visi menjadi lima besar pada 2025 sebagai koperasi di Indonesia untuk jumlah anggota, penghimpuan dana tabungan, jaringan dan kekuatan investasi pada sektor produktif. Keunggulan Kopsya 212 adalah mengusung konsep ekonomi berjamaah, dimana anggota Kopsya 212 adalah konsumen sekaligus pemilik berbagai unit usaha yang didirikan. Belum berumur setahun Koperasi Syariah (Kopsya) 212 mencatat berbagai kemajuan signifikan. Per Oktober 2017 Kopsya 212 telah memiliki lebih dari 25 ribu orang anggota dengan dana terkumpul sebesar 18,26 Milyar rupiah. Dana tersebut belum termasuk yang terkumpul dari berbagai komunitas Kopsya 212 lokal yang telah dan sedang mendirikan 212 Mart di berbagai lokasi.

Menurut saya sistem ekonomi yang diterapkan kopsya 212 ini sangat bagus sekali karena memegang teguh 3 asas ini yaitu Berjamaah, amanah dan Izzah.

Ekonomi berjamaah merupakan bentuk kolaborasi ekonomi ummat untuk merealisasikan unit bisnis yang jika dilakukan secara sendiri-sendiri akan sulit terwujud. Dengan ekonomi berjamaah,menurut data yang saya baca di web kopsya 212 sampai dengan akhir tahun 2017 terbentuk 61 buah outlet 212 Mart di seluruh Indonesia.

Amanah artinya manajemen Koperasi 212 harus dijalankan dengan penuh amanah. Segenap insan yang terlibat didalamnya harus Sumber daya insani yang kompeten. Manajemen harus dilengkapi dengan seperangkat System Operating Procedure (SOP) dan manual yang sangat baik. Pengurus harus ditemani oleh Dewan Pengawas, Penasehat dan Pengawas Syariah serta berbagai Komite pelengkap seperti Komite Investasi, Komite Audit dan Komite Remunerasi dan Promosi. Secara berkala Pengurus dan manajemen wajib memberikan laporan kepada anggota, regulator dan masyarakat.

Berjamaah artinya Koperasi Syariah 212 harus mampu menampung sebanyak mungkin potensi dan aspirasi kebangkitan ekonomi ummat Islam khususnya dan bangsa Indonesia pada umumnya. Koperasi ini harus dimiliki bersama, bukan dikuasai hanya segelintir individu atau golongan. Koperasi Syariah 212 juga harus memberikan manfaat ke sebanyak mungkin ummat Islam Indonesia dan dunia.

Izzah artinya kemuliaan dan kejayaan. Dalam tataran individu kemuliaan artinya terpenuhinya segenap kebutuhan sandang pangan, papan, pendidikan,kesehatan dan transportasi anggota. Dalam tataran bangsa, Indonesia dan ummat Islam harus menjadi bangsa yang bermartabat dan mandiri secara ekonomi. Hal ini tercermin dengan swa sembada pangan dan energi, tingginya export, surplusnya neraca perdagangan, minimnya gini ratio kesenjangan kaya miskin, rendahnya angka pengangguran absolute dan semakin kecilnya jumlah si miskin dan keluarga pra sejahtera.

Membangun ekonomi umat yang besar, kuat, professional dan terpercaya sebagai salah satu penopang pilar ibadah, syariah dan dakwah menuju kebahagiaan dunia dan keselamatan akhirat
Mampu menjadi 5 besar Koperasi di Indonesia dari sisi jumlah anggota, penghimpun dana tabungan, jaringan, dan kekuatan investasi pada sektor sektor produktif pilihan pada tahun 2025 itulah yang menjadi tujuan kopsya 212 didirikan.

Mengoptimalkan segenap potensi ekonomi ummat baik secara daya beli, produksi, distribusi, pemupukan modal serta investasi dalam sektor sektor produktif pilihan yang dijalankan secara berjamaah, profesional dan amanah yang mampu mendatangkan kesejahteraan pada tataran individu/keluarga serta mewujudkan izzah(kemuliaan) pada tataran keumatan.

Hadir dalam rangka melestarikan semangat aksi damai 212 yang mencerminkan perdamaian, persatuan, semangat kebangsaan, ukhuwah Islamiyah dan kebangkitan ummat Islam. Kesenjangan ekonomi antara si kaya dan miskin yang semakin lebar dan mengkhawatirkan.

Masih jauhnya perekonomian ummat dari prinsip prinsip Syariah yang diyakini sangat kuat terhadap krisis dan mencerminkan sharing economy, atau ekonomi kekeluargaan dan kerakyatan.Diperlukannya GERAKAN EKONOMI BERJAMAAHyang dilakukan secara profesional dan penuh AMANAH yang mampu mendatangkan kesejahteraan dalam tataran individu/keluarga serta mampu mewujudkan IZZAH dalam tataran keumatan.

Tumbuhnya geliat usaha kecil adalah keberkahan bagi ekonomi Indonesia. Apalagi rasio gini mengatakan ekonomi dikuasi oleh sebagian kecil masyarakat Indonesia, dengan angka 3,39 persen.

Itu artinya, 1 persen orang kaya menguasai 39 kekayaan Indonesia. Maka yang harus kita lakukan adalah membuat jarak itu menjadi lebih kecil. artinya, bukan tidak boleh orang kaya menjadi kaya, ya silahkan saja! Tapi, orang kecil harus berdaya dan naik kesejahteraannya, sehingga jarak itu menjadi lebih kecil.

Salah satu cara untuk membuat ekonomi kalangan bawah meningkat adalah dengan menumbuhkan usaha kecil yang nyata. Jadi, mereka tidak saja hanya menjadi pegawai perusahaan-perusahaan besar, juga menjadi pemilik dari usaha-usaha. Dan, itu bisa dibuktikan dengan tumbuhnya usaha-usaha kecil semacam minimarket dan koperasi.

Maka dari itu Usaha Kecil Menengah (UKM). KS 212 ini patut didukung, Sebagai bentuk dukungan dalam upaya kebangkitan ekonomi umat yang digelorakan KS 212, Baznas akan melengkapinya dengan usaha-usaha dari dana masyarakat dan perusahaan berupa zakat maupun CSR untuk kebangkitan ekonomi secara nyata.

Dan tidak boleh hanya bicara, kita harus segera menggelontorkan dana, harus mulai baik yang dipublish maupun yang tidak dipublish. Sebab, kalau kita memperdayakan satu warung itu dengan serius, maka sama dengan memperdayakan 1000 warung.

Banyaknya minimarket Muslim yang didirikan koperasi, seperti KS 212 adalah berkah bagi ekonomi Indonesia. Karena pemerintah perlu dibantu untuk mengecilkan angka rasio gini, sehingga jarak antara si kaya dan si miskin semakin kecil.

Sebab kalau itu dibiarkan akan menjadi ledakan krusial pada tahun-tahun mendatang, tentu sangat membahayakan negara ini. Artinya, kalau kita membantu masyarakat kecil untuk naik kelas taraf ekonominya, itu sudah membantu negeri ini untuk aman dan damai.

Banyaknya minimarket Muslim, seperti 212 Mart bisa membangkitkan ekonomi umat. Jadi kalau masyarakat itu didorong memiliki usaha sendiri, bisa maju dan sejahtera hidupnya. Tapi kalau masyarakat kecil, maaf disuruh jadi jonggos, dia akan demo, akan bergerak.

Namun demikian,problemnya adalah kita membutuhkan modal yang cukup besar untuk mengembangkan usaha itu. Dan, dana zakat juga investasi dari umat tidak cukup besar.

Harapan saya masyarakat, tidak berekspektasi terlalu besar pada hari ini, karena problem kita ada tiga yang tidak bisa kita kuasai, yaitu permodalan, produksi, dan market,

Permodalan tidak di umat, begitu juga produksi tidak berada di tangan umat, dan market juga bukan di umat. Maka lakukan semua upaya untuk membangkitkan ekonomi umat itu mulai dari yang kita yakini, dan bertahap hingga membesar. Tidak perlu berharap segera besar, karena usaha petani saja sampai hari ini belum memungkinkan untuk cepat besar seperti kita membalikkan telapak tangan.

secara umum terbentuknya Koperasi Syariah 212 menjadi tantangan besar bagi umat Islam untuk melihat koperasi tersebut secara objektif. Faktanya, di Indonesia koperasi besar secara konsep, tapi secara praktik tidak semudah yang dibayangkan.Karena di dalam konteks praktiknya banyak pemikiran, sehingga seringkali mengelola perbedaan pandangan, menyatukan prinsip dan membawa manajemen yang profesional, itu menjadi tantangan yang besar untuk perkembangan koperasi secara umum maupun syariah

 

Comments

comments