Yang Terindah Belum Tentu yang Terbaik

Ilustrasi. (Istimewa)

Setiap manusia memiliki mimpi-mimpi yang berbeda masing-masingnya, cenderung memiliki keinginan terkabulnya apa yang telah ia harapkan, dan berharap harapannya akan terwujud sesuai dengan ekspektasi. Disamping itu,Tuhan mengetahui apa-apa yang tersirat dalam diri seseorang melebihi seseorang mengetahui tentang dirinya sendiri.

Apabila kita mengharapkan sesuatu tetapi sesuatu itu belum terwujud atau bahkan tidak pernah terwujud dalam hidup kita. Mungkin apabila Tuhan mengabulkan keinginan yang kita inginkan maka hal itu akan berdampak buruk bagi kehidupan kita. Sebaliknya apabila Tuhan tidak mengabulkan apa yang kita inginkan maka hal ini akan membawa dampak positif bagi kehidupan kita. Allah berfirman “Boleh jadi kamu tidak menyenangi sesuatu padahal itu baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu padahal itu tidak baik bagimu”.

Contoh sederhana,terdapat pasangan suami istri yang miskin. Pasangan ini adalah pasangan yang taat dan rajin beribadah. Dari awal usia pernikahan mereka selalu berdoa kepada Allah agar diberikan harta yang berlimpah. Tetapi seiring berjalannnya waktu hingga mereka menjadi pasangan yang sepuh, doa mereka belum juga terabulkan. Disini Allah menunjukan kasih sayang-Nya kepada mereka. Yaitu apabila Allah mengabulkan apa yang mereka inginkan, mereka akan menyibukan diri dengan harta-harta yang mereka miliki, dan mereka menjadi sombong dan lalai beribadah kepada Allah. Subhanallah betapa indahnya seni dalam kasih sayang-Nya.

Maka kawan, janganlah beputus asa apabila sesuatu yang kita anggap indah tidak berjalan sesuai dengan apa yang kita harapkan. Tetaplah berusaha untuk mewujudkan apa yang kita inginkan dan jangan lupa usaha harus kita iringi dengan berdoa kepada Allah. Karena Allahlah Maha Pengabul permintaan hamba_Nya. Allah berfirman “Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada_Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah)-Ku dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku,agar mereka selalu berada dalam kebenaran.”

Ditulis oleh: Nurul Salma Muthmainnah, mahasiswi STEI SEBI

Comments

comments