Siswa SD Avicenna Raih Medali Perak Olimpiade Matematika Internasional di Thailand

Rayhan Arya Pradipta (tengah) bersama guru matematika dan Kepala Sekolah SD Avicenna Jagakarsa. (Foto: Hana)

Satu lagi prestasi membanggakan ditoreh anak negeri diajang internasional. Adalah Rayhan Arya Pradiptia, siswa kelas 5c di Sekolah Dasar Avicenna Jagakarsa yang berhasil memboyong medali perak pada ajang Thailand International Mathematic Olympiad (TIMO) atau Olimpiade Matematika Internasional Thailand untuk kategori siswa sekolah dasar.

Kepala Sekolah SD Avicenna, Agus Purwanto, mengatakan bahwa Rayhan terpilih mewakili Indonesia pada ajang olimpiade matematika tersebut setelah melalui seleksi panjang tingkat wilayah dan kemudian dilanjutkan dengan seleksi tingkat nasional.

“Justru pada seleksi tingkat nasional ini Rayhan hanya mendapatkan perunggu, namun pada ajang olimpiade internasional berhasil mendapatkan medali perak dengan mengalahkan siswa-siswi dari berbagai penjuru dunia,” jelas Agus kepada depokpos diruangannya di SD Avicenna, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Rabu (1/2/2018).

BACA JUGA:  Bambang Widjojanto Bangun Integritas Pemuda di Sociopreneur Camp 2018

Hal tesebut, menurut Agus, tak lepas dari karakter Rayhan yang bertipikal kompetitor, semakin tinggi nilai kompetisinya, semakin tinggi pula semangat berkompetisi yang dimiliki Rayhan.

“Ini terlihat dari karakter Rayhan yang pendiam, dan di sekolah juga ada beberapa murid yang nilai matematika di raportnya justru lebih bagus dari Rayhan. Tapi begitu lomba justru kalah oleh Rayhan, bahkan pada seleksi internal saja nggak lolos,” jelas Agus.

Hal tersebut menurut Agus, tak lepas dari fokus dan semangat berkompitisi yang berbeda pada anak-anak tersebut.

BACA JUGA:  BMKG: Gempa Susulan di Lombok Hingga 8 Agustus Terjadi 318 Kali

“Ada yang berfikir bahwa prestasi adalah nilai ulangan atau nilai raport, nah Rayhan ini memang pendiam, dikeseharian dia ada dibawah permukaan, tapi ketika diuji dengan tingkat kesulitan yang lebih kompleks dia malah berhasil,” tambah Agus.

Hal tersebut diamini oleh pembimbing sekaligus guru matematika Rayhan di SD Avicenna, Khairunissa, yang mengatakan bahwa biasanya untuk materi pelajaran matematika di kelas masih pelajaran mendasar sedangkan untuk olimpiade lebih membutuhkan nalar dan logika.

“Dalam menghadapi TIMO kemarin, Rayhan biasanya latihan pada pagi hari di akhir pekan agar ia tetap menjaga konsentrasinya. Dalam latihan untuk mengikuti perlombaan biasanya diselingi dengan bermain games di gadget namun games tersebut masih berhubungan dengan matematika,” jelasnya.

BACA JUGA:  Priyadi Abadi, Pelopori Travel Wisata Muslim Indonesia Bersama Adinda Azzahra Tour

Sejauh ini Rayhan pun sudah beberapa kali mengikuti perlombaan dan hasilnya memuaskan termasuk pada TIMO yang diadakan 21 Februari kemarin dan pada ajang Kompetisi Matematika Nalaria Realistis (KMNR) tingkat nasional yang sudah masuk tahap final dan akan dihelat pada April mendatang. (hana/san)

Comments

comments