Pengguna Internet Makin Banyak, Celah Bagus untuk yang Ingin Bisnis Properti

Ilustrasi. (Istimewa)

Hasil survey terbaru dari We Are Social menunjukkan bahwa Januari 2018 lalu, pertumbuhan pengguna sosial media tumbuh sebanyak 23% dibandingkan dengan Januari 2017. Waktu yang dihabiskan oleh orang Indonesia dalam menggunakan internet pun berada di urutan keempat, yakni sebanyak 8 jam 51 menit per hari.

Banyak sektor yang terpengaruh dengan keadaan ini, mulai dari penjualan paket internet yang meningkat, penjualan smartphone yang meroket hingga kondisi situs jual beli dalam jaringan (online) yang kian diuntungkan. Kepercayaan masyarakat dalam hal belanja online terus bertambah, selain karena penetrasi internet yang kian baik, belanja online juga dipandang masyarakat sebagai salah satu cara jual beli yang mudah karena bisa diakses dimana saja dan hasil belanja yang juga bisa dikirim kemana saja.

Namun, tahukah Anda jika bukan hanya situs belanja pakaian, bahan makanan, serta elektronik yang semakin bergairah dengan adanya penetrasi internet ini? Sektor properti pun terkena imbas positifnya. Banyak bermunculan situs – situs baru untuk jual beli dan sewa properti. Memasang iklan di platform online pun dinilai lebih efektif dibandingkan dengan memasang iklan secara konvensional seperti di baliho ataupun penyebaran flyer. Sebab, iklan di internet bisa dilihat oleh jutaan orang dalam satu detik dan lebih hemat waktu.

Ditambah, iklan di website properti biasanya menggunakan foto asli properti yang dimaksud, sehingga calon pembeli bisa mengira – ngira denah properti yang diincar. Meski pada ujungnya pun calon buyer potential harus visit langsung dalam memutuskan apakah jadi beli atau sewa, namun melakukan pencarian terlebih dahulu di website jual beli dan sewa properti jauh lebih hemat waktu karena pembeli bisa mengatur untuk melihat area mana, jenis properti apa serta range harga berapa yang dikehendaki. Terlebih, bisnis properti pun termasuk ke dalam bisnis yang bisa dikatakan tidak akan pernah rugi, sebab setiap tahunnya harga properti pasti mengalami pelonjakan bahkan dapat mencapai 15% per tahun.

Tidak heran, bila angka pemasangan iklan properti di laman – laman penjualan properti pun terus terdongkrak. Bahkan, ada yang sudah mencapai hampir 300.000 listing properti hingga kini. Angka ini dinilai sangat prospektif dan sangat menjanjikan.

Di dalam periode Januari – Agustus 2017 saja, sebanyak 84% pencarian properti online adalah untuk pencarian rumah tapak, sedangkan pencarian apartemen berada di bawahnya. Sedangkan, persebaran properti terbanyak adalah properti yang berada di Jabodetabek, lalu disusul oleh Pulau Jawa secara keseluruhan. Setelah melihat potensi yang begitu besar ini, apakah Anda tertarik untuk melakukan bisnis jual beli dan sewa properti secara online juga?

Comments

comments