Dinas PUPR Kota Depok Bersama Satpol PP Intens Jaga Pemanfaatan Trotoar Dari PKL

(Foto: Diskominfo)

DEPOK – Demi memberi kenyamanan bagi pejalan kaki khususnya kaum difabel, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Depok terus melakukan pembangunan dan pemeliharaan trotoar yang tersebar di 11 kecamatan di Kota Depok. Bahkan, tidak hanya membangun, DPUPR juga terus berkoordinasi dengan Satpol PP agar trotoar yang sudah bagus tersebut tidak dimanfaatkan Pedagang Kaki Lima (PKL).

“Setiap tahunnya kami selalu menganggarkan untuk pembangunan dan pemeliharaan trotoar. Untuk trotoar yang sudah terbangun, kami juga melakukan perawatan dengan mengganti tutup cover yang rusak atau hilang,” ujar Kepala DPUPR Kota Depok, Manto usai kegiatan Forum Rencana Kerja DPUPR Kota Depok, beberapa waktu lalu.

Dikatakannya, DPUPR menganggarkan kurang lebih Rp 22 miliar untuk penataan trotoar yang ada di Bidang Pemeliharaan DPUPR. Pemeliharaan meliputi trotoar, jalan, jembatan dan drainase tingkat kota.

BACA JUGA:  26 Finalis Abang Mpok Depok 2018 Diharapkan Mampu Kembangkan Sektor Pariwisata, Seni dan Budaya Kota Depok

“Untuk tahun ini, program perbaikan trotoar di Jalan Nusantara Raya masih terus dilaksanakan. Ini kelanjutan dari tahun kemarin (2017). Untuk Margonda juga kita melakukan pemeliharaan,” jelasnya.

Dirinya juga menyebut, DPUPR akan melakukan penataan bahu Jalan Raya Bojongsari pada 2019 mendatang. Rencana ini juga merupakan perintah langsung dari Wali Kota Depok yang menginginkan pembangunan di wilayah barat. Nantinya, pada 2019 akan dilakukan pembangunan sarana trotoar yang diintervensi melalui anggaran sesuai kemampuan.

“Wilayah tersebut statusnya masuk sebagai jalan nasional, namun untuk pemeliharaannya berada di kami (Pemkot Depok). Beberapa tahun ke belakang, memang fokus pembangunan di wilayah timur dan tengah, termasuk tahun ini. Tahun 2019 nanti, akan difokuskan ke wilayah barat,” ungkapnya.

BACA JUGA:  Pemkot Depok Siap Bantu Pembiayaan Siswa Miskin, Ini 4 Syarat yang Harus Dipenuhi

Sementara Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Depok cukup serius menjaga trotoar dari keberadaan Pedagang Kaki Lima (PKL). Bahkan, upaya penertiban juga cukup intens dilakukan agar PKL jera berjualan di sarana fasilitas umum (fasum) tersebut.

“Kami kerap melakukan penertiban PKL, khususnya di atas trotoar. Untuk jadwal, saat ini kita sifatnya mendadak agar meminimalisir kebocoran informasi. Setelah barang bukti diamankan, hari itu juga mereka wajib mengikuti sidang Tindak Pidana Ringan (Tipiring),” ujar Kepala Satpol PP Kota Depok, Yayan Arianto, usai kegiatan Forum Rencana Kerja Perangkat Daerah (PD) Satpol PP di Gedung Sekarpeni, Jumat (02/03/18) lalu.

Belum lama ini, kata Yayan, pihaknya melakukan penertiban di Jalan Margonda dan Sentosa Raya. Sebanyak 15 PKL berhasil diamankan dan menjalani sidang Tipiring. Hal ini dilakukan untuk memberikan efek jera agar PKL tidak mengokupasi trotoar lagi.

BACA JUGA:  Lima Alasan Sekolah Asrama Bikin Tenang Orang Tua

“Langsung kita Tipiring di hari yang sama, agar PKL jera,” ucapnya.

Dengan dukungan Satgas dan armada yang dimiliki, pihaknya optimis, penertiban PKL lebih maksimal sehingga Peraturan Daerah (Perda) Nomor 16 Tahun 2012 tentang pembinaan, pengawasan ketertiban umum, bisa ditegakkan.

“Akan kami optimalkan penertiban PKL, khususnya yang berada di atas trotoar di wilayah Margonda dan arah Citayam. Namun, semua wilayah tetap jadi prioritas kami. Mudah-mudahan dengan kegiatan rutin yang dilaksanakan ini, dapat menciptakan suasana nyaman, khususnya bagi pejalan kaki,” pungkasnya. []

Comments

comments