Derita di Ladang Ilmu

Ilustrasi. (Istimewa)

Berbagai peristiwa yang terjadi di dunia pendidikan kita, semakin hari tambah menyedihkan. Mulai dari tawuran antar pelajar, pergaulan bebas, narkoba sampai penganiayaan seorang guru yang dilakukan oleh muridnya sendiri. Masalah-masalah yang terjadi sepertinya kian hari bertambah pelik. Sepertinya dunia pendidikan kembali berduka, pasalnya pada Kamis (1/2/2018) lalu, telah terjadi penganiayaan yang dilakukan oleh seorang siswa sekolah menengah tingkat atas di Jawa Timur kepada salah seorang guru bernama Ahmad Budi Cahyono (26) hingga meninggal di RS Dr. Soetomo Surabaya.

Padahal, di sekolah yang seharusnya menjadi ladang untuk menuntut ilmu, namun saat ini jauh dari tujuan yang sebenarnya. Terbukti dengan banyaknya permasalahan yang terus bertambah, mulai dari kurikulum yang terus berubah, pengelolaan pendidikan, tingkah laku siswa dan banyaknya pendidik yang masih mendapatkan gaji tidak layak. Ini membuktikan gagalnya pembentukan karakter dengan berbagai pergantian kurikulum yang diterapkan. Tidak sedikit pula pendidik yang mengalami kebingungan dengan berbagai kebijakan bongkar pasang, siswa pun dibuat seolah bak kelinci percobaan.

BACA JUGA:  Rumah Zakat Kirim 30 Ton Paket Superqurban dan 15 Truk Bantuan Logistik untuk Palu - Donggala

Penerapan sistem kapitalisme dengan asas sekuler yang memisahkan agama dari kehidupan inilah yang menjadi akar permasalahan pendidikan. Sistem sekuler ini menyebabkan siswa dan siswi dengan seenaknya melakukan tindakan buruk, tidak berbudi pekerti yang mulia. Yang harusnya guru dihormati sebagai pengganti orang tua di rumah, namun yang terjadi malah sebaliknya. Sehingga mereka tidak ada kekhawatiran melakukan kemaksiatan termasuk membunuh sekalipun.

Sementara mata pelajaran agama sangat terbatas. Itu pun hanya dijadikan sebagai syarat uji kelulusan. Bukan dijadikan sebagai aturan kehidupan. Maka wajar siswa dan siswi yang tumbuh sangat jauh dari religius (agama), kering akan tuntunan agama. Akibatnya, para siswa jadi kehilangan arah dalam hidup, menjadikan siswa siswi sekuler liberal (baca: bebas), maka wajar permasalahan dalam dunia pendidikan akan senantiasa bertambah dan semakin bertambah, akibat lemahnya kepribadian mereka.

BACA JUGA:  Nasib Guru Honorer Ditengah Minusnya Pahlawan Tanpa Tanda Jasa

Inilah potret buram pendidikan saat ini, jauh dari nilai-nilai keislaman. Padahal, Islam sendiri memiliki pandangan dalam mengurusi masalah pendidikan. Ketika Islam diterapkan dalam dunia pendidikan, maka akan terbentuk generasi yang berkepribadian Islam yaitu mempunyai pola pikir dan pola sikap yang berlandaskan pada akidah Islam. Jika semua siswa dan siswi sudah berkepribadian Islam, maka berbagai permasalahan yang akan muncul dapat terselesaikan dengan mudah.[]

Ditulis oleh : Ayyuhanna Widowati, Guru.

Comments

comments