Bekerja dengan Hati Nurani

Ilustrasi. (Istimewa)

Bekerja dengan hati nurani adalah bekerja dengan berlandaskan pada pusat kesadaran manusia, yaitu kalbu. Hati nurani adalah hati yang telah diwarnai atau dipenuhi dengan cahaya kebenaran. Sedangkan kalbu adalah dasar kefitrahan diri. Pada dasarnya kalbu cenderung pada panggilan kesucian, kebenaran, dan ketaatan kepada Allah SWT.

Didalam bekerja hendaknya mendengarkan suara hati nurani sebagai pengambil kebijaksanaan. Hati nurani atau kalbu digunakan sebagai alat pertimbangan yang utama dalam menentukan sikap dan perilaku didalam bekerja. Kalbu, pada hakikatnya cenderung merujuk pada kebaikan. Oleh karena itu ketika kita bekerja dengan hati nurani maka akan muncul perilaku-perilaku yang positif.

Setiap manusia itu terlahir secara fitrah sebagaimana dengan sabda Rasulullah SAW “Tidaklah dilahirkan seorang anak melainkan atas fitrah” . Fitrah secara bahasa adalah suci bersih dari noda, sedangkan dalam pengertian lain fitrah adalah kecenderungan untuk selalu berbuat pada kebaikan dan nilai-nilai kebenaran. Oleh karena itu sudah pasti dalam diri setiap manusia untuk selalu memilih nilai-nilai kebaikan dan kebenaran.

Sesungguhnya, kalbu itu dapat di ibaratkan sebuah cermin, cermin akan memantulkan dan menangkap cahaya apabila bersih. Sedangkan jika cermin tertutup dengan debu dan kotoran maka cermin akan sulit memantulkan dan menangkap cahaya dengan baik. Kalbu yang tunduk pada kebenaran dianamakan hati yang dipenuhi cahaya illahi. Kalbu yang bersih akan mengikuti bisikan hati pada kebaikan sehingga akan mengantarkan kita pada derajat kemanusiaan tertinggi yaitu taqwa. Namun sebaiknya, kalbu yang tunduk pada bisikan hawa nafsu syetan akan membuatnya berwarna hitam penuh dengan noda.

Hati atau kalbu yang bersih akan menunjukkan perilaku yang baik dan positif serta akan menunjang pada keberhasilan kedepannya. Sebaliknya, hati dan kalbu yang kotor dan penuh noda akan menunjukkan perilaku negatif yang akan berujung pada kegagalan dan kehinaan. Oleh karena itu kita harus selalu mengharapkan ridha atas apa yang sudah kita lakukan. 10 ciri bekerja dengan hati nurani :

  • Mengawali kerja dengan niat baik dan benar
  • Menjaga agama Allah dalam bekerja
  • Menghadirkan Allah dalam setiap pekerjaan
  • Menggunakan hati dalam menentukan sikap dalam bekerja.
  • Menampilkan sikap taqwa dalam bekerja
  • Ikhlas dalam bekerja
  • Menampilkan kinerja yang terbaik
  • Memunculkan syukur prestatif
  • Menjalin silaturahim dan merajut ukhuwah dengan sesama rekan kerja
  • Menampilkan pelayanan prima.

Bekerja adalah rekreasi terbesar, dengan bekerja kita dapat mengenal dunia dan memiliki ladang ibadah serta dengan ridha-Nya kita dapat membangun sebuah jembatan menuju akhirat.

Ditulis oleh: Rizma Sri Hermayanti, mahasiswa STEI SEBI.

Comments

comments