Tingkatkan Pemahaman Asuransi Syariah kepada Mahasiswa, STEI SEBI Gelar Seminar Link & Match dengan OJK dan AASI

DEPOK – STEI SEBI jalin kerjasama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Asosiasi Asuransi Syariah Indonesia (AASI) dalam penyelenggaraan seminar ‘Link and Match Industri Asuransi Syariah dan Perguruan TInggi’ pada Selasa, 27 Februari 2018 di Gedung SEBI Hall.

Seminar bertemakan “Mempersiapkan SDM Yang Berkualitas Untuk Memasuki Dunia Kerja Di Industri Asuransi Syariah” diikuti oleh 250 mahasiswa STEI SEBI yang berasal dari program studi perbankan Syariah, akuntansi Syariah dan bisnis Syariah. Dalam seminar ini dihadiri pula oleh 7 industri asuransi Syariah yang memperkenalkan perusahaannya kepada mahasiswa melalui booth yang terletak di sekeliling lokasi seminar.

Seminar dibuka dengan sambutan hangat dari ketua STEI SEBI yaitu Sigit Pramono, Ph.D yang mengungkapkan rasa syukur dan terimakasih untuk seluruh pihak yang telah mendukung acara ini. Menurutnya industri asuransi Syariah merupakan salah satu industri yang menopang Negeri dalam hal mitigasi risiko.

Terdapat 3 narasumber yang membawakan materi dengan tema berbeda tentang asuransi Syariah. Endang Ahmad Yani, SE, MM sebagai wakil ketua STEI SEBI membawakan materi “Peran SDI dalam Mendorong Akselarasi Pertumbuhan Industri Asuransi Syariah”. Beliau menyebutkan bahwa permasalahan saat ini adalah masih kurangnya pemahaman SDM terkait asuransi Syariah. Menarik untuk dibahas karena saat ini tercatat masih 38 orang yang memiliki gelar tenaga asuransi Syariah (FIIS).

Narasumber kedua yaitu Nur Hasanah selaku Kepala Bagian Pengembangan dan Kelembagaan Asuransi dan Dana Pensiun Syariah yang membahas tentang regulasi dari asuransi Syariah di Indonesia. Sesi seminar ditutup dengan penjelasan dari Moch Muchlasin selaku Direktur IKNB Syariah yang memaparkan bagaimana kondisi pasar asuransi Syariah saat ini serta peluang dan tantangan yang harus dihadapi bersama.

Setelah medengarkan materi, mahasiswa diarahkan untuk mengunjungi booth industri asuransi Syariah untuk berdiskusi terkait praktik dan produk dari asuransi Syariah itu sendiri. Antusias peserta terlihat ketika mengelilingi setiap booth untuk mencari informasi mengenai asuransi Syariah di Indonesia.

“Dengan hadirnya 7 perusahaan asuransi Syariah kami berharap dapat menambah wawasan mahasiswa tentang perasuransian, guna mempersiapkan SDM yang berkompeten, komitmen dan disiplin agar mencerminkan pribadi yang Islami.” Pungkas Sigit. (Msy)

Comments

comments