Konsumsi Rumah Tangga Membaik pada 2018

Ilustrasi. (Istimewa)

Oleh: Nilla Rosiana Dewi

Konsumsi rumah tangga merupakan faktor penting yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi pada 2017. Pada kuartal III, pertumbuhan PDB sebesar 5,06 persen lebih rendah dari target Bank Indonesia sebesar 5,18 persen. Rendahnya pertumbuhan tercermin dari tingkat konsumsi rumah tangga yang turun menjadi 4,93 persen, dibandingkan 4,95 persen pada kuartal II-2017. Apalagi kenaikan tarif listrik pada Januari dan Mei turut mempengaruhi tingkat konsumsi masyarakat.

Investasi swasta diandalkan dengan terbatasnya ruang fiskal pemerintah. Undang-undang mengatur pembatasan defisit anggaran maksimal 3 persen dari PDB. Diperkirakan defisit akan mencapai 2,6 persen pada 2018, lebih tinggi dari perkiraan pemerintah sebesar 2,2 persen. DBS Group Research memperkirakan kenaikan defisit terutama didorong oleh potensi penerimaan pajak yang lebih rendah dari target.

Pada 2018, pemerintah mengalokasikan anggaran belanja sebesar Rp 2.221 triliun. Meski hanya meningkat sekitar 4 persen dari tahun sebelumnya, tapi pemerintah diperkirakan cenderung lebih populis dengan memberikan sejumlah stimulus fiskal untuk menjaga konsumsi kepada masyarakat berpenghasilan rendah. Anggaran subsidi energi dinaikkan sebesar 5 persen menjadi Rp 94,5 triliun, pemerintah juga menyatakan tidak akan menaikkan tarif listrik pada tahun ini.

Penyebab lain dari konsumsi rumah tangga adalah faktor ekonomi pendapatan, karena ketika seseorang dalam peningkatan pendapatannya maka akan diikuti dalam peningkatan pengeluaran konsumsi. Selain dari pendapat ada pula faktor ekonomi Perkiraan masa depan, karena banyak orang yang was-was tentang nasibnya dimasa yang akan datang ini sangat akan menekan konsumsi. Terdapat faktor lain yaitu faktor demografi dalam komposisi penduduk, karena dalam suatu wilayah jika jumlah orang yang usia kerja produktif banyak maka konsumsinya akan tinggi dan bila tingkat pendidikan sumber daya manusia di wilayah itu tinggi-tinggi maka biasanya pengeluaran wilayah tersebut menjadi tinggi. Faktor lain dari faktor demografi adalah jumlah penduduk, karena jika suatu daerah jumlah orangnya sedikit sekali maka biasannya konsumsinya sedikit dan jika suatu daerah jumlah orangnya banyak maka tingkat dalam konsumsinnya banyak.

Comments

comments