Generasi Darurat Moral

Generasi bangsa negeri ini sedang dihadapkan dengan masalah etika norma sopan santun terhadap orang tua, sebagai contoh sopan santun terhadap orang tua kita di sekolah yaitu guru. Tidak lama ini kita jumpai berita kabar tentang murid yang melawan guru bahkan sampai ada yang menghakimi guru secara membabi buta hingga guru tersebut tewas. Apa penyebab para penerus bangsa melakukan hal seperti itu ?.

Faktor pertama ialah peran orangtua. Peran orangtua ini yang paling vital karena peran orangtua adalah peran pertama dalam pembentukan karakter anak, dan sosialisasi tahap pertama ialah orangtua. Tingkah laku seorang anak bisa disebut cerminan orangtua karena anak biasanya melihat orangtua melakukan sesuatu hal dan anak-anak akan mengikuti hal serupa.

Faktor kedua ialah pergaulan. Pergaulan bisa menjadi faktor pembentuk karakter anak setelah orangtua, biasanya dikalangan remaja yang masih labil sedang mencari jatidirinya, senang mencari sesuatu hal yang baru dan imajinatif istilah gaulnya anti mainstream. Kalau saja penerus bangsa ini di arahkan kegiatan positif dan diwadahkan bisa saja negeri ini menjadi negeri kreatif dari ide-ide yang imajinatif dari para remaja dan membentuk karakter mereka menjadi pribadi yang terus berkembang dan percaya diri untuk menyalurkan ide brilian mereka.

Faktor ketiga ialah daya jelajah pola pikir. Ini yang menjadi persoalan sekarang para penerus generasi ini adalah apa yang mereka lihat sekarang, apa yang mereka tonton?.
Seperti yang kita ketahui tontonan televisi sekarang tidak jauh-jauh dari ftv percintaan yang disukai banyak para remaja, beda sekali dengan remaja atau anak-anak jaman dulu yang tontonan televisi itu film anak-anak atau kartun yang penuh imajinatif yang membuat pola pikir mereka itu menjadi imajinatif dan kreatif. Untuk sekarang itu tidak ada karena disajikan ftv percintaan yang bisa membuat generasi bangsa semakin turun moralnya, dan membuat pola pikir mereka di sekolah itu tempat untuk pacaran, bertemu sang pujaan hati bukan untuk menuntut ilmu. Juga dengan akses internet seperti tiada dinding yang membatasi mereka untuk mengakses segala sesuatu yang mereka mau, hanya satu yang membatasi diri mereka itu adalah Iman.

-Reza Fatahillah, Mahasiswa STEI SEBI.

Comments

comments