Depok Siap Pertahankan Adipura!

Wali Kota Depok Muhammad Idris saat secara simbolis melakukan penanaman 2.000 pohon di Kelurahan Cisalak Pasar, Minggu (25/2/2018). (Foto: San)

DEPOK – Pemerintah pusat sudah melakukan rangkaian penilaian terkait raihan piala adipura 2018 yang sudah dilakukan selama periode Desember-Januari lalu untuk P1 atau Pemeriksaan ke-1. Untuk Kota Depok sendiri sudah mendapatkan hasil nilai yang cukup memuaskan dan sudah mencapai nilai penghargaan adipura.

Demikian ditegaskan Wali Kota Depok, Muhammad Idris, disela-sela peringatan Hari Peduli Sampah Nasional yang dihelat di Kelurahan Cisalak Pasar, Cimanggis, Minggu (25/2/2018).

“Tahun ini sudah keluar hasil, saya buka dan saya sudah izin kepala dinas untuk mengumumkan kepada masyarakat.  Ada P1 dan ada P2, jadi pemeriksaan ke-1 sudah dilakukan sejak akhir tahun kemarin sampai Januari dan nilainya sudah keluar. P1 kita sudah mencapai nilai penghargaan adipura,” jelas Idris.

BACA JUGA:  BMKG: Gempa Susulan di Lombok Hingga 8 Agustus Terjadi 318 Kali

Sementara untuk P2 atau pemeriksaan ke-2 dilakukan selama bulan Februari hingga Juni. Pada periode ini akan dilihat kembali dengan perhitungan standar dari pusat.

“Termasuk akan ditest nanti Wali Kota-nya oleh pemerintah pusat, inovasi-inovasi apa yang baru yang bisa ditampilkan dalam penghargaan adipura ini. Mudah-mudahan dengan nilai 73 yang sudah kita raih dan sudah ada titik-titik yang memang nilainya masih kurang,” tambahnya.

Pada kesempatan tersebut, Wali Kota juga menghimbau kepada Camat dan Lurah berkoordinas kepada dinas terkait untuk melihat titik-titik mana saja yang masih kurang dan apa yang bisa ditingkatkan pada titik-titik tersebut.

BACA JUGA:  Bambang Widjojanto Bangun Integritas Pemuda di Sociopreneur Camp 2018

“Kalau memang titiknya masih bermalah hukum, ini sudah kita laporkan ke pemerintah pusat. Misalnya, Pasar Kemiri Muka yang masih bergantung masalah hukum kita belum bisa intervensi kesana untuk melakukan pembersihan dan penertiban,” jelasnya.

Kepada masyarakat, Wali Kota juga berpesan terkait penanganan sampah organik yang sebetulnya sangat mudah penanganannya namun belum banyak diketahui masyarakat hingga belum berkembang.

“Dirumah-rumah kita, bisa kita bikin lubang seluas 2×2 meter dan sampah-sampah organik bisa dimasukkan kesana. Mudah-mudahan penanganan-penanganan seperti ini bisa membantu warga masyarakat Kota Depok khususnya di wilayah-wilayah padat,” pungkasnya.

BACA JUGA:  Jelang Asian Games 2018, Indonesia Sudah Punya Velodrome Kelas Dunia

Sampah organik adalah adalah sampah atau limbah dari sisa makhluk hidup yang berasal dari alam seperti tumbuhan atau hewan serta berbagai macam hasil olahannya yang kemudian dibuang dan dapat terurai secara alami. Sampah organik ini adalah jenis sampah yang ramah lingkungan dan dapat dimanfaatkan kembali dengan pengolahan yang tepat, misalnya untuk pupuk kompos dan berbagai macam pakan bagi ternak.

Beberapa contoh sampah organik yang banyak kita temukan sehari-hari adalah dedaunan dan ranting pohon serta sisa pengolahan makanan atau sisa pengolahan sayuran. (Cintiya)

Comments

comments