Resensi Buku: Seni Menikmati Hijrah

Buku ini merupakan kisah-kisah inspiratif yang diambil dari sebagian realita penulis. Dalam buku ini terdapat beberapa kisah hijrah, yang berawal dari keterpaksaan namun membuahkan hasil manis. Hijrah itu pada prosesnya, Nikmati. Kemudian Istiqamah tombaknya.

Sepenggal kisah dalam buku ini yaitu “Saya tersesat di Jalan yang Benar” merupakan salah satu cerpen yang diangkat dari sebagian realita penulis. Sebuah perjuangan yang bermodalkan tekad dan semangat yang membuahkan hasil manis. Berawal dari keterpaksaan, namun karena sebuah hijrah yang biasa kemudian terbiasa semoga bisa istiqamah. Sebuah cerita dari bunga pertama, yang memberikan banyak gambaran yang seorang Ukhti Reni Marlina. Kemudian di lanjut dengan bunga kedua dan seterusnya merupakan hijrah yang tak bisa di lupa. Dimana lingkungan yang membuatnya seperti akan jatuh cinta. Dengan kegigihan dan tekad yang kuat sebuah keinginan berpendidikan tinggi dengan bermodalkan tekad dan semangat semoga bisa memotivasi kita semua untuk terus menggapai mimpi dan cita. Ridho orang tua yang sulit di dapat. Namun, karena melihat kesungguhan kita yang benar-benar ingin menggapai itu, ketidaksetujuan itu pun berubah menjadi restu yang tak di lupa.

Selanjutnya, ada kisah kedua yaitu “Perjalanan Cinta Menuju SEBI” salah satu cerpen yang di ambil dari kisah nyata menuju kampus Perjuangan yang saya duduki sekarang ini. Saat melihat atau membaca judul ini, mungkin akan ada yang bertanya atau asing dengan nama “SEBI” namun, bagi penulis kampus ini lah yang akan memulai segala cita yang kan di gapai. Kampus perjuangan ini lah yang membawa ku sampai bisa tetap untuk menulis. Dalam cerpen ini, sesosok wanita tangguh yang bertekad ingin kuliah namun tak sentuh restu kedua orang tua. Hingga sampai suatu hari, ia bermodalkan tekad dan semangat menuju perjalanan yang penuh lika liku, namun memberikan hasil manis yang takan terlupa. Inilah lika liku yang ku namai Perjalanan Cinta Menuju SEBI.

Dan masih banyak lagi, kisah-kisah yang dapat dibaca dari buku ini. Semoga buku ini dapat menjadi inspirasi dan memberikan energi baru untuk meraih mimpi.

Saya ucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu sampai terbitnya kumpulan kisah-kisah inspiratif ini. Semoga kumpulan kisah ini dapat bermanfaat bagi orang banyak. Terkhusus untuk Ambuku Kokom Komariyah dan Abbahku Ade Saepuloh tercinta yang senantiasa selalu mendoakan, memberikan dukungan yang luar biasa. Teteh dan abang-bangku yaitu Ani hardianti, Dodi Ferdiman dan Pepen Efendi senantiasa selalu mendukung dari awal sampai akhir. Rekan kampus, rekan media, kerabat, tetangga dan seluruh civitas STEI SEBI saya ucapkan banyak terimakasih atas dukungan dan sebagai wadah saya menulis. Semoga saya bisa istiqamah dalam menulis dan terus berkarya. Keep writing ~

Ranah dakwah kita, bukan hanya disini saja
Tapi , harus bisa sampai kemana-mana
Perangnya Mahasiswa bukan hanya cakap nya dalam berbicara
Namun juga karena tulisan-tulisannya.

Comments

comments