Urgensi Menjaga Kesetiaan dan Kepercayaan Dalam Rumah Tangga

(Istimewa)

OLEH : UMMU QONITA

Dalam berumah tangga kesetiaan adalah hal yang penting yang patut diperhatikan. Dengan menjaga kesetiaan masing-masing pasangan akan timbul saling percaya. Dan kepercayan adalah satu hal yang membuat keutuhan rumah tangga tetap terjaga. Apabila salah satu mengkhianati kepercayaan pasangannya niscaya kepercayaan itu tak akan utuh lagi sepeti sedia kala, seprti sesorang memberikan sebuah kaca lalu orang tersebut memcahkannya maka walaupun disusun kembali dengan lem tetap kaca itu terlihat hancur.

Maka menjaga sebuah kepercayaan adalah hal yang penting dan sekali saja memecahkannya akan berbekas. Allah SWT berfirman dalam surat Al Anfal ayat- 27 untuk menjaga amanah yang telah diberikan yang artinya :

“ Hai orang- orang yang beriman janganlah kamu mengkhianati Allah dan Rasulnya dan janganlah kamu mengkhianati amanah-amanah yang dipercayakan kepadamu sedang kamu mengetahui” (Al-Anfal:27)

Sebuah mahligai pernikahan adalah hasil janji hamba kepada tuhannya bahwa ia siap menerima amanah menyatakan janji kepada Tuhannya bahwa ia siap memikul amanah. Oleh karena itu perceyaan adalah sesatu yang diperbolehkan tetapi dibenci oleh Allah SWT.

Untuk lebih jelasnya saya akan ilustrasikan sebgai berikut “Ana dan Adi adalah pasangan suami istri yang telah dikaruniai 1 orang Anak, kehidupan rumah tangganya berjalan seperti kebanyakan pada umumnya. Adi mencari nafkah untuk keluarganya dan Adi pun sangat menyayangi keluarganya, Ia bekerja di sebuah restoran dan Ana sehari hari sebagai ibu rumah tangga. Tetapi sayang meskipun Adi sayang terhadap keluarganya Ia tertarik pada salah satu rekan kerjanya yang memang mempunyai paras cantik dan rekan kerjanya pun ikut membalas perhatian dari Adi meskipun ia tahu Adi sudah mempunyai Istri dan Anak. Ana pada awalnya menyerahkan seluruh kpercayaannya kepada Adi, tetapi ketika tahu apa yang Adi lakukan kepadanya pupuslah sudah kepercayaan yang selama ini ia berikan kepada suami yang sangat ia cintainnya itu, ia sangat menyayangkan mengapa suaminya tega berbuat hal itu kepadanya.”

Dan ternyata rekan kerja Adi pun pernah main kerumahnya bersama rekan-rekan yang lainnya ke rumah Adi.”

Dari ilustrasi diatas Ana merasa telah dikhianati oleh suaminya ia sangat tidak menghargainya bagaimana mungkin orang lain menghargai Ana sedangakan suaminya sendiri tidak bisa menjaga hati dan kehormatannya. Ketika rekan kerja Ana berkunjung ke rumah Adi pun pasti akan berpikiran “buat apa saya menghargai istrinya suaminya aja begitu sama saya”

Ketika salah satu pasangan menghianati pasangan yang lainnya maka ia telah menggadaikan kehormatan diri dan pasangannya karena dengan menghianati pasangannya orang lain akan tahu bahwa dirinya saja begitu mudah untuk memberikan perhatiaan kepada orang lain selain istri atau suaminya. Dan menhancurkan keprcayaan pasangangannya juga telah berkhianat atas janjinya kepada Alllah.

Dan sejatinya pihak ketiga yang datang adalah ujian rumah tangganya ia menjual murah kehormatannya bahkan bisa sampai membuat keretakan dalam rumah tangga orang lain. Pihak ketiga yang sering mucul biasanya hanya silau akan ketenaran, kekayaan, jabatan pasangan dan belum tentu mau dalam kondisi sulit dan menyanyangi kelurga pasangan denga tulus seperti yang telah dilalui oleh pasangan kita.

Maka tidak ada sesetia Baginda Muhammad SAW kepada Ibunda Khadijah. Dan setelah khadijah pun Nabi Muhammad menikah atas perintah Allah bukan kemaunnya, dengan tujuan untuk menolong agama Allah bukan atas dasar hawa nafsunya belaka.

Maka untuk semua yang bergelar suami atau istri jagalah kehormatan diri dan pasangannya jangan sampai dirusak dengan hal-hal yang sepele karena setan akan menyatukan pasangan yang berstatus masih haram untuk meciptakan dosa besar dan memisahkan pasangan yang berstatus halal untuk meciptakan dosa besar pula.

Comments

comments