Tahun Baru Sebuah Awal Baru?

Oleh: Muhammad Fahru Rhozi

Diawal tahun baru biasanya banyak yang berlomba – lomba berbenah diri ataupun hal lainnya. Tujuannya adalah agar dapat menjalani hidup lebih baik, ataupun sekedar menggapai keinginan yang belum tercapai di tahun sebelumnya. Caranya pun beragam, mulai dari membuat daftar keinginan, hingga merenung dan menyadari segala kesalahan yang telah dibuat.

Sebelumnya pada tanggal 31 Desember 2017, di sosial media khususnya instagram sedang marak sebuah tren yang bernama “First Impression”. Pada tren tersebut dijelaskan bahwa banyak akun sosial media yang menanyakan First Impression nya atau kesan pertama bertemu dengan mereka kepada pengguna lain. Beberapa berpendapat hanya iseng melakukan hal tersebut, sedangkan yang lainnya melakukan hal tersebut untuk mengetahui sifat dirinya yang dilihat orang lain. Berkaca dari hal tersebut, keinginan mengetahui sifat diri sendiri sangatlah besar. Keinginan tersebut bertambah besar dengan sebuah momen akhir tahun yang biasanya menyebabkan kebanyakan orang akan mengingat hal apa saja yang dilakukan dalam kurun waktu tersebut.

Meskipun demikian, kebanyakan orang akan lupa dengan harapan ataupun resolusi yang dibuat. Rentetan rencana dan daftar kebaikan seolah hilang begitu saja setelah terompet dan petasan menggelegar di jam 12 malam pada tahun baru. Banyak dari mereka yang bersikap seolah melewati hari seperti biasa dan melupakan resolusi yang ia buat. Penyebab dari hal itu adalah niat yang kurang dan hanya sekedar ikut – ikutan.

Menjadi sebuah hal yang lumrah, semangat yang menyala – nyala diawal namun padam setelah akhir atau bahkan padam di tengah perjalanan. Manusia memang sangat mudah terpengaruh apabila ada sebuah “momentum”. Sebagai contoh, pada momen idul fitri sangatlah mudah meminta maaf kepada sesama namun pada waktu biasa, orang akan cenderung pemilih dalam memaafkan. Atau pada contoh lain, pada saat momen hari bumi orang akan rajin untuk membersihkan lingkungan dan setelahnya, sangat sulit untuk mengajak untuk menjaga lingkungan.

Sehingga untuk mencapai sebuah resolusi yang diinginkan, diperlukan komitmen yang kuat untuk melaksanakannya. Berlatih akan memudahkan mencapai resolusi tersebut. Dan memiliki pola pikir “lakukan sekarang” apabila memungkinkan dibanding menunggu tahun baru untuk memulai resolusi tersebut. Sehingga akan meminimalisir sebuah kebiasaan “selagi ada besok, kenapa tidak ?”. Karena menunda sesuatu akan membuat kita menjadi lalai dan akhirnya resolusi tersebut hanyalah sebuah angan – angan.

Namun ada juga yang berhasil berubah dan mencapai resolusi tersebut dengan lancar. Mereka yang berhasil akan menjadi pemenang bagi dirinya karena telah melampaui dan berusaha sekuat mungkin demi tujuannya. Orang – orang inilah yang memanfaatkan momentum dengan baik dan menguatkan tekadnya lebih kuat dari orang lain.
Nah, apakah kita termasuk dari sifat tersebut?

Comments

comments