Stand-Up Comedy yang Menyakiti

Oleh: Siti Aisyah

Siapa sih yang tidak suka nonton acara Stand-Up Comedy? Acara yang di selenggarakan di salah satu stasiun televisi ini sangat banyak penggemarnya, bahkan saat itu saya termasuk salah satu penggemar yang selalu menunggu acara itu muncul. Sebagai acara hiburan dan juga sebagai media kritik sosial yang dikemas dengan gurauan dan candaan yang bisa membuat pemirsa tertawa dan dapat menghilangkan ketegangan. Para komedian yang selalu menghibur dengan lawakannya sehingga yang menonton bisa terhibur.

Namun, belakangan ini acara Stand-Up Comedy membuat saya jengah, marah dan seabrek perasaan muncul. Pasalnya, yang dijadikan bahan gurauan para komedian sampai membawa agama. Agama dijadikan sebagai bahan lawakannya, bahkan menjadikan olok-olokan mereka. Sangat miris sekali, komedian yang mengolok-olok bukan hanya dari non Muslim tapi orang yang mengaku Muslim juga melakukannya. Yang menjadi bahan olok-olokan pun adalah Islam dan umat Islam. Padahal di negeri ini mayoritas umat Islam, tapi kok bisa yah? Mereka dengan lantangnya memperolok-olok tanpa ada perasaan bersalah sama sekali.

Kita bisa mendengar salah satu penghinaan terhadap Islam yang keluar dari mulut para komika, seperti Genrifinandi Pamungkas atau yang lebih dikenal dengan sebutan Ge Pamungkas dan Joshua Suherman. Mereka adalah komika yang jelas-jelas seenaknya menghina dan menyakiti Islam dan umat Muslim.

Ya, sangat wajar sekali ketika para komedian menjadikan agama, apalagi Islam sebagai sebagai bahan lawakannya, karena Amerika yang diklaim asalnya, Stand-Up Comedy. Kebanyakan orang Amerika tak percaya Tuhan, atau tak percaya agama, maka sebagian besar komedian pun begitu, jiwa seni mereka menolak dibatasi agama. Mereka jadikan agama sebagai bahan olok-olokan lalu ditertawakan bersama-sama. Bahan gurauan mereka dikenal dengan sebutan “black comedian”, bukan karena kulit mereka hitam, tapi materinya dianggap “hitam”, yaitu yang dibicarakan yang tabu dan menghina agama.

Mereka menganggap agama adalah sumber masalah, yang menyebabkan manusia jadi tidak maju, pembodohan terhadap manusia dengan doktrin-doktrinnya. Dan kebanyakan Stand-Up Comedy di Indonesia memiliki paham yang sama, kiblatnya sama yaitu sekuler liberalis.

Sistem sekuler liberalis inilah yang menjadikan Islam dan umat Islam bisa diobok-obok dan dihinakan. Selama aturan-aturan Allah dikesampingkan maka Islam dan umat Islam akan terus menerus dihina. Dan sistem ini juga yang menjadikan orang kafir tambah berani melecehkan Islam.

Padahal dalam Islam jelas sekali bahwa candaan boleh saja, sekedar untuk menghibur tapi tetap ada aturan mainnya. Dalam bercanda tidak boleh menghina atau menyakiti orang, tidak berdusta, tidak berlebihan atau dilakukan rutin, dan tidak meniru jenis kelamin, yaitu laki- laki meniru suara perempuan.

Seperti yang dijelaskan dalam Q.S Lukman ayat 6-7, yang artinya” Dan di antara manusia (ada) orang yang mempergunakan perkataan yang tidak berguna untuk menyesatkan (manusia) dari jalan Allah tanpa pengetahuan dan menjadikan jalan Allah itu olok-olokan. Mereka itu akan memperoleh azab yang menghinakan. Dan apabila dibacakan kepadanya ayat-ayat Kami dia berpaling dengan menyombongkan diri seolah-olah dia belum mendengarnya, seakan-akan ada sumbat di kedua telinganya; maka beri kabar gembiralah dia dengan azab yang pedih.”

Dari ayat di atas, jelas sekali Allah SWT telah memberikan peringatan kepada manusia yang selalu berkata-kata yang tak ada faedah, yang selalu menyesatkan manusia yang lainnya, serta menjadikan jalan Allah sebagai olok-olokan. Bagi yang suka menghina dan mengolok-olok akan mendapat azab yang pedih dan menghinakan. Na’udzubillahi mindzalik. []

Comments

comments