Sistem yang Berbeda di Politeknik dan Universitas

Praktik wawancara yang dilakukan mahasiswa/mahasiswi Jurnalistik, Politeknik Negeri Jakarta. (Foto: Larasati)

DEPOK – Politeknik merupakan salah satu perguruan tinggi yang mempunyai ruang lingkup lebih kecil dari Universitas. Perguruan tinggi yang hanya menyelenggarakan Pendidikan Vokasi ini memberikan berbagai jenis gelar dan jurusan. Istilah politeknik memang berfokus pada pelatihan vokasional. Namun, politeknik juga menawarkan banyak jurusan yang tidak hanya tentang teknologi saja.

Tujuan politeknik adalah menyiapkan peserta didik dengan lulusan siap kerja dan mempunyai kemampuan profesional agar mampu menerapkan, mengembangkan, dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan dan teknologi, agar taraf hidup masyarakat dan kesejahteraan umat manusia meningkat.

Politeknik sendiri mempunyai sistem pembelajaran yang berbeda dari universitas. Contohnya Politeknik Negeri Jakarta (PNJ), sistem pembelajaran yang dilakukan oleh PNJ lebih kepada praktik. “Sistem perkuliahan di sini karena kita politeknik jadi basicnya lebih besar praktik dibanding teori,” ujar Andriyanto (45), dosen komputer grafis di Politeknik Negeri Jakarta yang juga menjabat sebagai Kepala Lab. Komputer Teknik Grafika dan Penerbitan.

PNJ menggunakan sistem pembelajaran yang menerapkan bahwa teori tidak diajarkan terpisah di kelas tetapi langsung kepada saat praktik. “Praktiknya itu di atas 75%. Hampir seluruhnya lebih menjurus kepada praktik. Terutama mata kuliah yang inti, yang dituntut keahlian, seperti komputer grafis,” lanjutnya.

Ia juga mengatakan, sisanya 25% pembelajaran digunakan sebagai penunjang yang berbentuk teori dan tutorial.

Menurut Nada Saffana (19), salah satu mahasiswa Politeknik Negeri Jakarta. Sistem pembelajaran yang dilakukan politeknik tersebut sudah sangat efektif. Sistem pembelajaran yang lebih banyak praktik dibanding teori membuat ia cepat mengerti pelajaran dan tidak mudah lupa karena dilakukan dengan praktik.

Berbeda dengan universitas, universitas merupakan perguruan tinggi yang menyediakan pendidikan sarjana. Serta menyiapkan lulusan yang ingin melanjutkan kejenjang yang lebih tinggi, tidak hanya untuk siap kerja. Oleh karena itu, universitas lebih menerapkan sistem pembelajaran yang lebih banyak kepada teori, tidak seperti di politeknik.

Contohnya Universitas Budi Luhur, sistem pembelajaran yang dilakukan oleh universitas ini menerapkan sistem pembelajaran yang berbanding terbalik dengan PNJ.

“Di Universitas ini 95% fokusnya lebih kepada S1, sehingga proses belajar mengajarnya memang lebih mengkomunikasikan teori-teori yang lebih banyak, namun tetap diselingi praktik,” ujar Dosen Akuntansi di Universitas Budi Luhur, Dicky Arisudhana (50).

Walaupun lebih banyak teori dibanding praktik, mahasiswa kelas unggulan Universitas Budi Luhur, Shoofii Dhiya Ulhaq (19) merasa nyaman dengan sistem pembelajaran yang dilakukan di kampusnya itu. “Nyaman, soalnya disini ada sistem pembelajaran jarak jauh atau yang lebih sering dikenal dengan sebutan E-Learning, jadi kita gaperlu dateng ke kampus cukup belajar lewat webnya aja, ya walaupun cuma beberapa kali, tapi bisa bikin ngilangin jenuh karena belajar di kelas terus,” katanya.

Menurut Dicky Arisudhana (50), dosen akuntansi yang juga menjabat sebagai Ketua Program Studi Akuntansi serta Wakil Dekan Bidang Akademik di Universitas Budi Luhur, keefektifan suatu sistem pembelajaran itu tergantung dari hasil nilai mahasiswa dan prestasi akhirnya. Namun, selain itu keefektifan juga dilihat dari berbagai sisi. Seperti dilihat dari sisi mahasiswa, dosen, dan juga fasilitasnya.

Seperti mahasiswa yang selalu melanggar sistem pembelajaran, dosen yang jarang masuk, serta fasilitas yang kurang mendukung, semua itu akan mempengaruhi keefektifan suatu sistem pembelajaran. (Larasati Yula Trihandayani)

Comments

comments