Shalat Dhuha sebagai Pereda Stres, Benarkah ?

Shalat Dhuha bisa menjadi “ candu “ bagi orang- orang yang sudah “Gila” terhadapnya. Makna “Gila” atau “Candu” disini adalah terbiasa melaksanakan salat Dhuha dan merasakan kenyamanan tersendiri selama melaksanakannya, dan akan berlaku sebaliknya jika tidak melaksanakannya.

Stress merupakan gejala atau penyakit yang wajar terjadi . penyebab stetres bisa muncul dari mana saja, misalnya dari dalam diri (internal) dan juga dari luar (ekternal). Penyebab internal, misalnya harapan yang terlalu tinggi , ketakutan terhadap sesuatu hal atau sikap traumatik. Sedangkan faktor ekternal misalnya banyak masalah , utang yang menumpuk, pekerjaan yang tak kunjung selesai dan lain semacamnya.

Hampir bisa dipastikan bahwa setiap manusia tidak ingin terbelenggu masalah. Tentu mereka ingin hidup normal, nyaman, sehingga hidup bisa di nikmati, dan meskipun memiliki masalah, dia tetap bisa mengatasinya. Tetapi, terkadang manusia menghadapi masa–masa terpuruk, lemah, sedih sehingga memicu munculnya stres.

Salah satu langkah terbaik dalam pencegahan stres adalah melakukan shalat Dhuha. Dr . Ebrehem Kazim mengatakan , “Simultaneously, tension is relieved in the main due to the spiritual component, assisted by the secretion of encephalins, endorphins, dynorphins, and others.” Shalat Dhuha dapat melepas ketegangan karena tubuh secara fisiologis mengeluarkan encephalin dan endorphin, zat sejenis morfin yang termasuk opiate. Hal merupakan manfaat shalat Dhuha secara ilmiah atau medis. Adapun kudua zat tersebut sama dengan opiet lainnya. Bedanya, zat ini alami, diproduksi oleh tubuh sehingga lebih bermanfaat dan dapat dikontrol.

Zat Endorfin dan Encephalin memiliki dampak berbeda dengan morfin. Morfin bisa menyebabkan seseorang merasa bahagia dan ketagihan sekaligus memiliki dampak negatif, sedangkan endorphin dan encephalin justru memberi perasaan rileks secara alami. Ia juga bisa menyuntikan sikap optimisme, rasa percaya diri, semangat, serta sikap menyejukan dan menyenangkan bagi lingkungan di sekitarnya.

Sampai disini kita bisa memahami bahwa shalat memiliki nilai plus yang tinggi serta kemanfaatan ilmiah. Allah memerintahkan hambanya untuk beribadah bukan berarti tidak ada suatu hikmah yang diambilmelainkan ada kasih sayang Allah disetiap perinintah dan larangan –Nya bahkan ada penawar yang luar biasa di balik shalat Dhuha.

Oleh Lilis Mulyati, STEI SEBI

Comments

comments