Peran Orang Tua Terhadap Pergaulan Anak

Pergaulan merupakan proses interaksi yang dilakukan oleh individu dengan individu,dapat juga oleh individu dengan kelompok. Pergaulan mempunyai pengaruh yang besar dalam pembentukan kepribadian seorang individu. Pergaulan yang ia lakukan itu akan mencerminkan kepribadiannya, baik pergaulan yang positif maupun pergaulan yang negatif. Pergaulan yang positif itu dapat berupa kerjasama antar individu atau kelompok guna melakukan hal – hal yang positif. Sedangkan pergaulan yang negatif itu lebih mengarah ke pergaulan bebas, hal itulah yang harus dihindari, terutama bagi remaja yang masih mencari jati dirinya.Pergaulan ini kebanyakan terjadi pada seorang remaja.

Remaja sebenarnya tidak mempunyai tempat yang jelas karena tidak termasuk golongan anak tetapi tidak juga golongan dewasa atau tua. Remaja diamana merupakan calon penerus bangsa yang diharapkan dapat membangun dan memajukan bangsa dengan menerapkan nilai-nilai yang ada dalam Pendidikan. Namun, pada kenyataanya arus globalisasi yang masuk ke Indonesia berdampak pada pola pikir dan gaya hidup remaja, yang mengakibatkan terjadinya perubahan pada remaja di Indonesia saat ini.Karena seorang individu atau remaja sukanya bergaul maka muncullah yang namanya pergaulan bebas pada diri remaja.

Pergaulan bebas adalah salah satu kebutuhan hidup dari makhluk manusia sebab manusia adalah makhluk sosial yang dalam kesehariannya membutuhkan orang lain, dan hubungan antar manusia dibina melalui suatu pergaulan (interpersonal relationship). bebas diidentikan sebagai bentuk dari pergaulan luar batas atau bisa juga disebut pergaulan liar. Pergaulan bebas juga dapat didefinisikan sebagai melencengnya pergaulan seseorang dari pergaulan yang benar kepada pergaulan liar. Dan biasanya pelaku atau korban yang terjerumus kepada pergaulan bebas ini tak lain dan tak bukan ialah para remaja sebab remaja sangatlah rawan dan masa-masa ingin mencoba dalam usia ini remaja biasanya sangat labil dan mudah terpengaruh terhadap bujukan dan bahkan dia ingin mencoba sesuatu yang baru yang mungkin dia belum tahu apakah itu baik atau tidak.

Remaja sebenarnya tidak mempunyai tempat yang jelas karena tidak termasuk golongan anak tetapi tidak juga golongan dewasa atau tua. Batasan usia remaja yang umum digunakan oleh para ahli adalah antara 12 hingga 21 tahun. ternyata banyak remaja yang saat ini yang sudah terjerumus kepada pergaulan bebas yang mana remaja merupakan sesosok yang dibutuhkan untuk penerus bangsa kita nanti. Dalam istilah pun dikatakan bahwa pemuda zaman sekarang adalah pemuda masa depan nanti maka dari itu pihak Negara pun harus ikut berkontribusi pada masalah ini.

Maka dari itu ada beberapa faktor yang bisa mencegah pergaulan dizaman modernisasi ini terutama dikalangan remaja dinataranya sebagai berikut :

  • Kurangnya sosialisasi dari orangtua ke anak mengenai nilai-nilai Agama, moral, dan sosial.
  • Kurangnya pengawasan terhadap anak (baik aktivitas, pertemanan di sekolah ataupun di luar sekolah, dan lainnya).
  • Kurangnya disiplin yang diterapkan orangtua pada anak.
  • Rendahnya kualitas hubungan orang tua dan anak.
  • Tingginya konflik dan perilaku agresif yang terjadi dalam lingkungan keluarga.
  • Kemiskinan dan kekerasan dalam lingkungan keluarga.
  • Anak tinggal jauh dari orangtua dan tidak ada pengawasan dari pengwasan orang tua.
  • Perbedaan budaya tempat tinggal anak atau lingkungan masyarakat.
  • Adanya saudara kandung atau tiri yang menggunakan obat-obat terlarang atau melakukan kenakalan remaja.
  • Kurangnya pengawasan orang tua tehadap ponsel anaknya.

Merujuk pada uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa pergaulan di zaman modernisasi saat ini amatlah menyedihkan maka dari itu peranan orang tua paling utama terhadap para remaja saat ini. Oleh karena itu kepada orang tua harus lebih protektif terhadap anak-anaknya terlebih memberi perhatian terhadap anaknya.

Muhammad Andrian

Comments

comments