Pentingnya Pendidikan Bagi Wanita

Oleh : Rodiyatul Maula

Wanita merupakan bagian terpenting dalam keluarga dan masyarakat yang memiliki peran sangat menentukan dalam pembentukan generasi dan peradaban. Sejarah telah mencatat, sejak zaman Nabi Adam as. sampai kepada zaman Nabi Muhammad SAW. wanita banyak berkontribusi dalam peradaban Islam serta memiliki peran dalam mendukung dakwah Nabi. Contoh, Khadijah yang rela memberikan harta, tenaga bahkan jiwanya untuk menyokong dakwah Nabi, Aisyah yang cerdas dan memiliki kepandaian dalam mendidik kaum wanita sepeninggal Rasulullah SAW dengan mengajarkan ribuan hadits, Asma binti Abu Bakar yang berani mempertaruhkan nyawanya untuk membawa bakal perang dan membantu mensukseskan dakwah Rasulullah.

Peran wanita yang demikian besar dalam kehidupan dan sejarah peradaban Islam tentu tidak serta merta dan tiba-tiba mereka menjadi muslimah yang tangguh, perlu adanya pembinaan yang intensif dan berkelanjutan. Manusia merupakan makhluk yang diciptakan Allah SWT dengan memiliki sifat lupa, dengan demikian manusia begitupun muslimah perlu diingatkan dan diarahkan, yakni dengan cara pembinaan.

Oleh karena itu, yang perlu kita pahami beberapa pentingnya pendidikan (tarbiyah) bagi wanita, yaitu:

Tarbiyah merupakan sarana menambah Ilmu dan wawasan

“Hai, orang yang beriman! Jika dikatakan kepadamu, ‘Berlapang-lapanglah dalam majelis, ‘lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Jika dikatakan,’Berdirilah kamu,’berdirilah niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Allah Maha mengetahui semua yang kamu kerjakan.” (Qs. Al-Mujadilah : 11)

Ilmu menjadi cahaya dalam melangkah, Ilmu memadu langkah muslimah, dengan Ilmu seseorang menjadi takut kepada Allah dan mengangkat drajat manusia di sisi Allah dan di sisi manusia.

Jika muslimah memiliki ilmu dan wawasan yang luas, mereka akan mampu memberikan pengajaran dan pendidikan yang terbaik bagi anak-anaknya, mengetahui jalan kebaikan yang dengannya akan banyak peluang untuk beramal, dan mampu mengajarkan kebaikan kepada masyarakatnya.

Dengan tarbiyah yang dilakukan secara rutin setiap pekan dalam Halaqah, peluang untuk mendapatkan tambahan ilmu semakin besar. Muslimah yang memiliki ilmu akan meningkatkan keimanannya karena iman harus didahului dengan ilmu. Dengan keimanan yang terus meningkat, seorang muslimah akan lebih produktif dalam beramal di kehidupan keluarga atau masyarakat. Serta Tarbiyah mengandung makna thalabul ‘ilmi yang akan memudahkan jalan menuju syurga.

Dengan Tarbiyah, Muslimah dapat mendukung suami dalam Dakwah

“Orang yang beriman, laki-laki dan perempuan, sebagian mereka menjadi penolong bagi sebagian yang lai. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma’ruf, mencegah yang munkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat, serta taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Mereka diberi rahmat oleh Allah, Sungguh Allah Maha perkasa Maha Bijaksana.” (Qs. At-Taubah : 71)

Dalam ayat di atas menjelaskan bahwa antara laki-laki dan perempuan diciptakan untuk saling bekerja sama dalam kebaikan. Seorang muslimah yang terbina akan memahami posisinya sebagai mitra suami dalam melaksanakan ‘amar ma’ruf nahi munkar’ dalam lingkungan keluarga maupun masyarakat. Muslimah yang terbina akan senantiasa taat kepada suami dalam hal kebaikan dan akan mendukung serta memotivasi suami agar selalu istiqomah berada di jalan dakwah. Agar dapat mendukung suami secara optimal, setiap muslimah dituntut agar mampu untuk mengelola sumber daya yang ada berupa harta, tenaga dan waktu dengan baik.

Tarbiyah adalah jalan bagi muslimah untuk memahami, memotivasi dan membekali diri agar dapat melaksanakan tugas dan fungsinya sebagai seorang istri dalam membantu suami dalam hal kebaikan.

Dengan Tarbiyah, Muslimah dapat sukses dalam mendidik anak

Pada hakekatnya, tarbiyatul aula adalah kewajiban dan tanggung jawab bersama antara ayah dan ibu. Akan tetapi, secara fitrah, ibu lebih dekat interaksinya dengan anak-anak karena sudah berinteraksi secara fisik sejak masih dalam kandungan. Seorang ayah lebih banyak berperan pada hal-hal yang bersifat strategis dalam pendidikan anak. Adapun manajemennya lebih banyak di atur oleh ibu. Oleh karena itu, seorang ibu dituntut untuk memiliki dan memahami banyak ilmu, keterampilan dan hal lain yang berkaitan dengan pendidikan anak, sehingga anak-anaknya dapat sukses di dunia dan akhirat.

Pemahaman akan nilai strategis seorang anak sebagai investasi pahala yang tidak akan putus bagi orang tuanya akan memotivasi muslimah untuk senantiasa memperhatikan dan bersemangat dalam mendidik anak-anaknya agar menjadi genarasi yang rabbani, muslih dan shalih. Pemahaman dan kesadaran itu akan muslimah dapatkan dalam proses tarbiyah.

Kita dapat melihat contoh para shabiyah dan salafush shalih dalam memberikan tarbiyah kepada anak-anaknya, misalnya Al-Khansa yang berhasil menanamkan jiwa syuhada’ kepada kelima anaknya sehingga semuanya mendapatkan anugerah syahid.

Dengan Tarbiyah, Muslimah Eksis di tengah masyarakat untuk bekerja sama dan membentuk masyarakat Madani

Kehadiran Muslimah di tengah masyarakat harus memberikan warna yang berbeda dan memberikan dampak positif. Agar dapat memberikan motivasi, keberanian, kebijaksanaan dan keterampilan, maka kepribadian muslimah haruslah dibentuk terlebih dahulu dengan proses tarbiyah.

Fenomena zaman sekarang, norma yang ada di lingkungan masyarakat masih jauh dari nilai kebenaran. Betapa banyak wanita yang tampil dengan pakaian mini dan remaja-remaja yang bergaul dengan lawan jenis tanpa batas. Serta banyak ibu-ibu yang lebih suka bergosip serta berperilaku konsumtif. Semua fenomena itu butuh perhatian yang serius dan kerja keras dari para muslimah yang terbina untuk mengembalikan masyarakat pada fitrahnya yang hanif dan cinta kebenaran.

Jika seorang muslimah sudah tidak ada kepekaan dan kepedulian sama sekali dalam melihat kemunkaran yang terjadi ditengah masyarakatnya. Maka ia patut di pertanyakan keimanannya.

Dengan demikian Tarbiyah sangatlah penting untuk membentuk kepribadian Muslimah, karena dari peran muslimahlah peradaban islam dan sendi-sendi kehidupan akan bangkit. Semoga Allah melindungi para muslimah dari fitnah dunia yang sangat kejam ini. Wallahu a’lam bish shawab.

Comments

comments